Bupati Majene : Penyalahgunaan Obat Pertama Kali di Usia 10 – 13 Tahun

  • 12 Okt 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 654
Gambar Bupati Majene : Penyalahgunaan Obat Pertama Kali di Usia 10 – 13 Tahun

Mapos, Majene — Berdasarkan hasil riset BNN tahun 2015, penyalahgunaan obat pada anak pertama kali dilakukan pada usia 10 tahun dan rata-rata paling banyak dilakukan pada usia 13 tahun.

Demikian diungkapkan Bupati Majene Fahmi Massiara saat memperingati Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacist Day) 2019, di Halaman Stadion Parasamnya Mandar Majene,
Sabtu, (12/10/2019).

Kata dia, di Kabupaten Majene pada tahun 2016 terdapat 15 kasus terdiri dari 14 kasus penyalahgunaan narkoba dan 1 kasus penyalahgunaan obat keras.

“Tahun 2017 meningkat menjadi 20 kasus, 12 kasus narkoba dan 8 kasus penyalahgunaan obat keras, dan pada tahun 2018 turun menjadi 11 kasus, terdiri dari 10 kasus narkoba dan 1 kasus penyalahgunaan obat hal yang sama telah terjadi di daerah kita. Saatnya kita harus mawas diri,” tegas Fahmi Massiara.

Dia berharap pengetahuan tentang penggunaan obat yang baik dan benar akan dibekali kepada anak-anak supaya terhindar dari penyalahgunaan obat khususnya sebelum mereka mencapai usia remaja dan dewasa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada segenap pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Majene dan segenap stakeholder terkait yang telah mendukung kegiatan ini,” kunci Fahmi Massiara.

Usai sambutan oleh Bupati Fahmi, dilanjutkan dengan Edukasi Penggunaan Obat oleh Bunda PAUD Majene Dra Hj Fatmawati Fahmi, MH bersama PC Ikatan Apoteker Indonesia Majene.

Acara yang dihadiri sekitar 500 orang murid SD dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Sementara menurut laporan Panitia Pelaksana, Nur Ekawati Sanrang, edukasi bersama apoteker mengenal obat sejak dini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Apoteker Sedunia tahun 2019 yang jatuh pada 25 September 2019 lalu.

“Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak diseluruh Indonesia untuk mendapatkan Rekor Muri dengan target peserta seluruh Indonesia 30 ribu hingga 50 rubu siswa,” beber Nur Ekawati Sandang.

Dengan tema “Obat yang aman dan efektif untuk semua” dimaksudkan agar anak usia sekolah dan masyarakat sudah dapat memahami tentang pentingnya penggunaan obat secara benar, meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat serta meningkatkan penggunaan obat rasional.

“Tujuannya, agar para siswa memahami prinsip keamanan penggunaan obat bagi anak usia dini, yaitu hanya minum obat dengan izin orang tua atau wali, jangan berbagi obat atau menggunakan obat orang lain, simpan obat di tempat yang aman, simpan obat dalam wadah aslinya dan buang obat dengan benar,” tegas Nur Ekawati Sanrang.

(ipunk)