Bupati Majene Buka Rakercab dan Diklatcab BPC HIPMI

  • 6 Sep 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 292
Gambar Bupati Majene Buka Rakercab dan Diklatcab BPC HIPMI

Mapos, Majene — Kedepan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bisa memberikan masukan dan membantu pemerintah kabupaten, sehingga roda perekonomian dapat berjalan dengan baik.

Penegasan ini dikemukakan Bupati Majene Fahmi Massiara sebelum membuka acara Rakercab dan Diklatcab BPC HIPMI Majene 2018 – 2021 serta seminar kewirausahaan di Ruang Pola Kantor Bupati
Jum’at, (6/9/2019).

Dikatakan, dengan dilaksanakannya kegiatan Diklatcap diharapkan kepada para peserta nantinya akan dapat diberikan gambaran bagaimana menjadi seorang pengusaha yang maju.

“Berbicara soal dunia usaha, kita tidak dibatasi lagi oleh seseorang yang harus mem back up kita, karena kita harus jeli dan piawai melihat kondisi dan situasi di lingkungan tersebut. Biasanya seseorang yang memang sudah punya watak di dunia usaha, maka kedepan Ia akan sukses dengan sendirinya bila memang bersungguh sungguh,” ungkap Fahmi Massiara.

Menurutnya, dewasa ini dunia usaha sudah didominasi oleh kaum milenial atau kaum muda.

“Kita bisa saksikan di dunia global bagaimana pemilik facebook, Gojek dan youtubers, mereka semua mengawali karirnya sejak muda, karena anak muda adalah pemilik keinginan dan jiwa bisnis yang sangat kuat.
Tapi di sini, kita tidak usah berbicara terlalu jauh keluar, kita lihat dulu skala kecil dalam wilayah kita di Kabupaten Majene, misalnya dalam hal pengembangan perikanan tuing-tuing yang saat ini banyak dipasarkan di Daerah Sendana. Saya harapkan dari para anggota HIPMI dapat mengembangkan produk lokal kita bukan hanya dijadikan tempat wisata kuliner semata, tapi kalau bisa dibuat juga menjadi produk ekspor ke seluruh nusantara bahkan sampai ke seluruh dunia,” beber Fahmi menyemangati para pengusaha muda Majene.

Ia juga menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh BPC Hipmi Majene karena dalam seminar telah menghadirkan pemateri berasal dari orang-orang sukses yang dapat membagikan ilmu dan pengalamannya sebagai entrepreneur sukses kepada para anggota HIPMI dan peserta lainnya.

“Jangan melihat sesuatu usaha hanya dari tampangnya saja, karena seorang pemulung juga adalah seorang pengusaha yang mengumpulkan barang bekas dan dijual ke para penadah atau pengumpul,” kata Fahmi seraya berharap kedepannya para anggota HIPMI Majene bisa memasuki semua lini usaha yang dapat dikembangkan di Kabupaten Majene.

(ipunk)