Bupati Lukman Resmikan Pasar Rakyat Tammero’do Utara

0
705

Mapos, Majene — Bupati Majene Lukman akhirnya meresmikan Pasar Rakyat Tammero’do Utara Rabu 23 Juni 2021. Peresmian dilakukan secara ceremonial dengan menandatangani prasasti di Aula Kantor Camat Tammero’do yang turut di hadiri Staf Ahli Bupati,  Para pimpinan OPD terkait, Camat Tammerodo, Kapolsek Sendana, Para Kades se Kecamatan Tammerodo, Kepala KUA, Kapus Tammeroddo serta undangan lainnya.

Pasar rakyat Tamme’do Utara merupakan proyek kerjasama antara Kementerian Perdagangan RI  yang juga tidak lepas dari upaya keras Alm H. Fahmi Massiara mantan Bupati Majene yang telah meniti dan mengawal hingga ke Kementerian terkait.

“Pasar ini berdiri juga tidak lepas dari upaya Almarhum Bapak Fahmi Massiara yang meniti dan mengurus langsung  sampai ke pusat,” ucap Lukman dalam sambutannya.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Ia juga mengatakan, meski pembangunan pasar merupakan program dari pemerintrah pusat, namun semua itu membutuhkan perjungan yang tidak mudah.

Kementerian terkait kata Lukman, tidak serta merta menempatkan suatu proyek di daerah, namun melihat potensi dan usaha setiap pemerintah daerah.

Untuk ia berharap masyarakat bersama pelaku usaha dan pemerintah setempat agar mampu menjaga aset tersebut, mengingat pasar merupakan potret perkembangan ekonomi suatu daerah yang menjadi indikator perkembangan suatu daerah.

“Jangan sampai setelah diresmikan selanjutnya tidak berkembang bagus, asas manfaatnya juga harus jelas,” tagas Lukman.

Ia meminta untuk tahap ujicoba agar hari pasar Tammero’do jatuh pada Senin. Hal tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan pelaku usaha karna mempertimbangkan pasar Seppong yang sudah tidak aktif lagi sehingga aktivitas ekonomi bisa dialihkan kepasar Tammero’do Utara.

“Meski demikian, hal tersebut masih dalam ujicoba, jika sepakat dan potensinya bagus bisa dilanjutkan begitupun sebaliknya, jika tidak berpengaruh positif dapat kembali dirembukkan untuk penentuan hari pasar secara final,” beber Lukman.

Sementata itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan UKM Majene H. Busri mengatakan, peresmian pasar tersebut merupakan inisiatif para aparat pemerintahan setempat.

Alasannya, untuk mengantar bupati mengkahiri masa jabatannya yang tinggal beberapa hari. “Selain itu, jika pasar lebih lama lagi dimanfaatkan maka, lambat laun akan rusak dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa terhambat,” ucap Busri.

Ia juga menyebutkan pembangunan pasar Tammero’do bersumber dana tugas pembantuan (TP) dan sharing dari dana alokasi khusus senilai Rp3 Milyar 780 Juta. Fasilitas yang terdapat dalam pasar diantaranya kios pasar sebanyak 9 unit, lods 98 unit, mushalla satu unit, kantor pengola satu unit, tempat duduk satu unit, tempat pembungan  sampah 1 unit dan lain-lain.

“Meski demikian tidak semua mendapat dukungan anggaran dari pusat sehingga membutuhkan sharing dengan pemerintah daerah seperti sarana jalan, pelataran pasar yang belum maksimal. “Diharapkan agar mendapat dukungan program APBD termasuk  anggaran penimbunan, pemagaran juga diserahkan ke Pemda,” terangnya.

Usai peresmian di Kantor Camat, Bupati Majene dan lainnya meninjau pasar yang diawali dengan prosesi pengguntingan pita.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.