Bupati Lukman Optimis Budidaya Rumput Laut di Majene Bisa Dikembangkan

0
56

Mapos, Majene — Setelah melakukan study banding d Kabupaten Bantaeng dengan melihat budidaya rumput laut yang berhasil dikembangkan didaerah itu, Bupati Majene, Lukman optimis di Kabupaten Majene juga mampu melakukan hal serupa.

Salah satu budidaya rumput laut yang disambangi Lukman bersama rombongan yaitu di Pantai Marina Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, Senin (15/03/2021).

Di lokasi tersebut, Bupati terlihat berbincang bincang dengan para ibu-ibu yang tengah mengikat rumput laut sebelum diolah sebagai bahan makanan.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Lukman menilai, secara tipologi Majene dan Bantaeng hampir sama, bahkan Kabupaten Majene memiliki garis pantai yang lebih panjang.  Hanya saja, perlu kesungguhan jika ingin berkembang seperti Bantaeng.

Ia yakin dalam memulai suatu usaha pasti ada kendala yang dihadapi. “Kita di Majene memiliki potensi sama dengan Bantaeng. Masyarakat harus mampu merubah nasibnya sebab nasib tidak akan berubah kalau kita tidak mau merubahnya, cukup sederhana saja, tapi harus ada kemauan didalamnya,” terang Lukman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Kabupaten  Bantaeng, Rita menambahkan, untuk pengembangan rumput laut, belum berpengaruh maksimal untuk PAD Bantaeng. “Pasalnya, pemerintah belum menjadikan rumput laut sebagai salah satu sumber pendapatan dan hanya diarahkan pada sektor peningkatan taraf hidup petani,” ucap Rita.

Lain halnya Kepala Bapeda Bantaeng. Ia berujar,  budidaya rumput laut  menjadi penyumbang PDRB perkapita untuk sektor perikanan. Dulunya kebiasaan ibu – ibu di pantai tersebut  hanya duduk ditangga rumah, sejak adanya budidaya rumput laut telah menghasilkan Rp 30-40 ribu perhari. “ini salah satu kegiatan yang sangat bagus dimasa pandemi seperti ini,” ucapnya.

Rombongan Bupati Majene juga mendatangi sentra pengolahan rumput laut di Kabupaten Bantaeng. Dilokasi tersebut,  rombongan melihat proses pengolahan rumput laut. Mulai dari pencucian, pembersihan hingga pengeringan.

Salah satu staf di sentra pengolahan tersebut Syamsul Bachri menjelaskan setelah mengambil rumput laut dari petani kemudian dicuci selama tiga hari tiga malam, lalu dijemur sampai kering. “Setelah kering kemudian bisa diolah menjadi kerupuk, mie dan bakso,” jelas Syamsul.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.