Bupati Lukman Minta Tim Pokja Covid-19 Sukseskan Vaksinasi Massal

0
131

Mapos, Majene — Bupati Majene Lukman meminta kepada setiap personil tim Pokja Covid’-19 Kabupaten Majene menyukseskan kegiatan vaksinasi massal nasional yang dijadwalkan pada 26 Juni 2021 mendatang.

Penegasahan ini dikemukakan oleh Lukman dalam Rapat Monitoring Evaluasi Tim Pokja Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Majene di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa (22/6/2021) siang tadi.

Dikatakan, berkaca pada dua kegiatan vaksinasi massal lalu yang dipusatkan di dua tempat yaitu Pasar Sentral dan Pendopo Rujab, masih belum maksimal atau tidak mencapai target, sehingga tim Pokja harus belajar dari dua kegiatan tersebut dan menyukseskan program nasional, karena ucap dia, Majene adalah bagian dari Indonesia.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Kita sudah ada pengalaman di dua kegiatan vaksinasi massal sebelumnya, biasanya kalau yang pertama dan keduanya tidak maksimal yang ketiga semoga sudah berhasil,” tegas Lukman.

Turut hadir dalam rapat evaluasi tersebut Dandim 1401 Majene, Letkol In Yudi Rombe, Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji,  Pj Sekda Majene, Suyuti Marzuki, Perwakilan Kajari, Pimpinan OPD, Camat, dan kepala Puskesmas se Kabupaten Majene dan Tim Pokja Vaksinasi Covid-19.

Dikesempatan tersebut ia juga memastikan kepada para camat, kepala Puskesmas , Danramil dan Bhabinsa di masing-masing wilayah untuk mampu mencapai target yang ditetapkan, yaitu Kecamatan Banggae 200 orang, Banggae Timur 200 orang, Pamboang 175 orang, Sendana, Tammerodo Sendana Tubo, Malunda dan Ulumanda masing-masing 75 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, dr Rahmat Malik mengatakan, salah satu kendala dan tantangan yaitu sulitnya mencapai target pelaksanaan vaksin setiap hari, mengingat vaksinasi Covid-19 berbeda dengan vaksin lainnya.

“Vaksinasi Covid-19 harus melalui beberapa tahap seperti screaning dan pengisian data di aplikasi. Sehingga jika ditargetkan 150 pada hari itu, bisa saja realiasasiunya hanya 75 orang karena dari hasil screaning ada yang tidak diloloskan lantaran alasan kesehatan lainnya,” ungkap Rakhmat Malik.

Kendala lainnya juga di sampaikan Dandim 1401 Letkol Inf Yudi Rombe. Ia mengatakan, informasi hoax yang berkembang masih membuat masyarakat enggan untuk divaksin, sehingga beberapa program kegiatan di bidang sosialiasi dan komunikasi Covid-19 akan melakukan sosialiasi secara intensif, memasang baliho termasuk menggunakan semua media komunikasi publik.

Sementara itu pada bidang perencanaan tim Pokja Covid-19 yang dikoordinir Kepala Bapeda Majene Adlina Basharoe mengatakan, usulan anggaran vaksinasi perencana sekiyat Rp3.6 M, namun realisasinya diangka Rp2 M karena mengalami beberapa kali refocusing.

“Anggaran tersebut untuk membiayai honorarium pelaksana kegiatan vaksin,  advokasi kegiatan, monitoring tatalaksana dan pengendalian Covid-19. Tapi sampai saat ini masih anggaran parsial, pasalnya masih ada perangkat daerah yang belum selesai di refocusing, sehingga pelaksnaan operasional di Puskesmas dan Dinas Kesehatan masih menggunakan anggaran masing-masing,” ungkap Adlina Basharoe.

Namun, ia menargetkan pada akhir Juni 2021 pencairan dana kegiatan bisa dilakukan.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.