Bupati Lukman Lepas Tim Verifikasi Teknis Rumah Korban Gempa Bumi di Majene

0
71

Mapos, Majene –Sedikitnya 111 orang tenaga teknis yang tergabung dalam Tim Verifikasi Teknis Pendata Rumah Korban Gempa Bumi di Kabupaten Majene dilepas oleh Bupati Majene, Lukman Nurman di Ruang Pola Kantor Bupati Majene,
Selasa (2/03/2021).

Sekretaris BPBD Kabupaten Majene, Gunawan dalam pengantarnya mengatakan, tim yang ditejunkan ke titik sasar sebanyak 10 tim dan terdiri dari 111 orang. Daerah yang menjadi titik sasaran ada di 5 kecamatan yaitu; Kecamatan Malunda, Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Tubo, Kecamatan Tammero’do dan Kecamatan Sendana.

“Sedangkan anggota tim terdiri atas unsur BPBD Majene, PUPR Majene, Perkimtan Majene, Perguruan Tinggi yang ada di Majene, Binmas, Babinsa serta unsur kecamatan dan desa,” ungkap Gunawan.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Sementara itu, Lukman mengatakan, tim yang dibentuk adalah orang yang kualified, profesional dan pilihan.

“Pekerjaan yang akan dilakukan oleh tim ini kelihatanannya gampang,  numun sedikit rumit, karena akan berhadapan dengan masyarakat korban gempa bumi. Makanya tenaga yang dibutuhkan adalah orang yang kualified dan berintegritas,” ucap Lukman.

Sejak awal gempa terjadi pada tanggal 15 Januari 2021, kata dia pemerintah sudah pernah membentuk tim yang disebut Satgas Penanganan Gempa Bumi dengan Ketua Satgas Dandim 1401 Majene. “Alhmadulillah, Tim Satgas Gempa Bumi yang terbentuk tersebut dapat bekerja dan berjalan dengan baik, itu dikarenakan adanya tim work yang baik dan kerjasama yang baik pula sesama anggota tim,” sebut Lukman.

“Selanjutnya Pemkab Majene kembali membentuk tim transisi atau yang melibatkan semua OPD Majene dan itu juga sudah melakukan kerja yang baik, mulai dari pendistribusian sembako sampai ke pembersihan lokasi pengungsian,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan, masyarakat dewasa ini menanti keputusan resmi dari pemerintah terkait kondisi rumahnya, apakah termasuk kategori rusak berat, rusak sedang atau rusak ringan.

“Kami tidak ingin data yang masuk tidak akurat, dikarenakan kegiatan di lapangan oleh tim pendata dalam pendataan tidak sesusai dengan kondisi lapangan yang sebenanrnya. Karena hasil penilaian real dari tim teknis niliah yang akan kami kirim ke pemerintah pusat untuk segera dieksekusi dalam hal bantuan pembiayaan bagi rumah warga yang terkena gempa bumi,” kata Lukman.

Dia berharap hasil kerja tim teknis dapat diperoleh secara cepat dan tepat. “Kami tidak ingin masyarakat merasa dikebiri dengan data yang tidak valid. Mari kita satukan persepsi dalam memberikan perhatian kepada warga kita yang masih terdampak,” ucap Lukman seraya memohon do’a kiranya Allah SWT melindungi dan merahmati semua tim yang bekerja.

“Waktu yang kami berikan maksimal 10 hari data sudah rampung dan sudah dapat dikirim ke Pusat,” tandasnya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.