Bupati Fahmi : TPA Sampah Diharap Dapat Bermanfaat Untuk Masyarakat dan Daerah

  • 22 Feb 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 163
Gambar Bupati Fahmi : TPA Sampah Diharap Dapat Bermanfaat Untuk Masyarakat dan Daerah

Mapos, Majene – Tempat pengolahan sampah tahap akhir atau biasa disebut Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah merupakan sarana kebutuhan wajib dimiliki oleh setiap kabupaten maupun kota.

“Seperti diamanatkan dalam undang-undang nomor 18 tahun 2008, dimana disebutkan bahwa setiap kabupaten atau kota wajib memilik TPA sampah dengan sistem lahan urug terkendali (controlled landfill ) atau dengan sistem lahan urug saniter (sanitary landfill),” tutur Bupati Majene Fahmi Massiara sebelum meresmikan TPA Sampah di Moloku, Kelurahan Baru Kecamatan Banggae, Jum’at (22/2/2019).

Selain meresmikan TPA, Bupati Fahmi juga meresmikan Bank Sampah Unit M3 (Mabarakka, Malaqbi dan Mario) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Majene yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 yang bertemakan “Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai,

Dikatakan, keberadaan TPA sampah saat ini sangatlah dibutuhkan sebagai proses akhir dalam tahapan pengelolaan sampah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan serta dapat pula menjadi sumber daya.

“Ditambah lagi penilaian untuk menjadi kota Adipura yang merupakan gelar bergengsi di tingkat nasional, tentu keberadaan TPA sampah menjadi poin tertinggi dalam penilaian ini sehingga banyak kabupaten ataupun kota gencar untuk memiliki TPA sampah,” sebut Fahmi.

Pembangunan TPA sampah kata dia, merupakan tindakan nyata pemerintah melalui kementerian PUPR dalam pembangunan, khususnya untuk sektor sanitasi di Provinsi Sulawesi Barat terkhusus di Kabupaten Majene.

“Harapannya, TPA sampah Moloku dapat dioperasionalkan sesuai SOP dan kaidah teknis, sehingga dampak negatif terhadap lingkungan dapat ditekan semaksimal mungkin serta peningkatan pelayanan persampahan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang merupakan masalah tersendiri di kalangan penduduk,” urai Bupati Majene Fahmi Massiara.

Tanggungjawab kebersihan dan persoalan sampah katanya, tidak hanya kepada pemerintah, tapi juga peran serta masyarakat sangat dibutuhkan.

“Untuk menjadikan lingkungan bersih harus ada dukungan dari masyarakat kita dan upaya kita sendiri dalam mengurangi sampah yang dimulai penangannya dari rumah sendiri. Peran serta masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sampah, tidak hanya sekedar menggantungkan upaya kepada petugas kebersihan dan pemulung. Masyarakat mengambil tanggungjawab menjaga kebersihan mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah sendiri dan mulai dari saat ini,” tegas Fahmi.

Lebih jauh Bupati Fahmi mengajak masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai kawan yang dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat yang mau mengelolanya dengan baik.

“Mari kita membuang sampah pada tempatnya dijadikan tradisi dan mari kita merubah pola pikir kita dengan kalimat sampahku adalah tanggungjawabku,” pungkas orang nomor satu di Bumi Assamalebuang ini.

(ipunk)

caleg sulbar no 23
caleg sulbar no 27
caleg sulbar no 34
caleg sulbar no 37
caleg sulbar no 39
caleg sulbar no 40
caleg sulbar no 42