Bupati Fahmi: Seorang Aparatur Harus Proaktif, Gesit dan Tanggap

  • 23 Feb 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 184
Gambar Bupati Fahmi: Seorang Aparatur Harus Proaktif, Gesit dan Tanggap

Mapos, Majene – Seorang aparatur negara harus dituntut pro-aktif, gesit dan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, sebagaimana visi Kabupaten Majene yakni, Majene Profesional, Majene Produktif dan Majene Proaktif (MP3).

Hal ini dikatakan Bupati Majene Fahmi Massiara saat membuka seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Daerah Kabupaten Majene tahun 2019 di SMK Negeri 2 Majene, Sabtu (23/2/2019).

Dikatakan, hari ini setelah melalui beberapa tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran secara online sampai pada seleksi administrasi, para peserta yang berasal dari eks Tenaga Honorer Kategori II akan mengikuti puncak atau seleksi akhir yang dilaksanakan oleh panitia, yakni seleksi berbasis CAT (Computer Assisted Test).

“Tujuannya bukan hanya untuk menguji kemampuan manajerial, sosio kultural dan integritas semata, tetapi juga untuk menguji tingkat kompetensi dan kemampuan saudara dalam hal komputerisasi. Karena tata kerja yang ada hari ini dan kedepan adalah sistem kerja yang berbasis komputerisasi sehingga diharapkan semua ASN dapat meningkatkan kompetensi diri,” terang Bupati Majene Fahmi Massiara.

Oleh karenanya kata dia, dalam kesempatan itu ia ingin menyampaikan selamat kepada semua peserta karena sudah berhasil sampai pada tahapan seleksi CAT.

“Artinya satu tahapan lagi bila saudara dapat melaluinya, saudara akan menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara. Saya yakin dengan pengalaman kerja yang selama ini sudah dijalani sebagai Tenaga Honorer Kategori II, saudara mampu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam seleksi ini,” kata Fahmi menyemangati.

Ia menekankan, bahwa seleksi ini mempunyai urgensi strategis dalam misi pelayanan tugas pemerintahan yang sekaligus membantu pengembangan karier masing-masing peserta di masa depan.

“Namun yang perlu disadari, bahwa substansi dalam seleksi menuntut kesadaran kita untuk dapat memproyeksikan diri dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan bagi pelaksanaan otonomi daerah, dan sekaligus guna meningkatkan upaya pelayanan publik seiring dengan perkembangan dinamika masyarakat kita,” tegas Fahmi Massiara.

Sebagai konsekuensi desentralisasi dalam sistem pemerintahan di daerah, lanjut dia temyata berdampak pula pada bergulirnya deregulasi pemerintah yang harus menyesuaikan dengan arah kebijakan optimalisasi pengembangan potensi daerah. Untuk mewujudkannya, jelas memerlukan dukungan sumberdaya aparatur yang handal dan profesional dalam sistem pemerintahan serta pelayanan publik.

“Kita jangan melupakan, era global abad sekarang, yang mengharuskan kita kompetitif sehingga menuntut kemampuan aparat untuk mampu mengatasi berbagai persoalan kemasyarakatan dengan cepat dan tepat. Seorang aparatur negara harus dituntut pro-aktif, gesit dan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tutur Fahmi

Hal terakhir yang ia sebutkan sangat erat kaitannya dengan tuntutan masyarakat akan adanya pemerintahan yang baik seiring berkembangnya paradigma baru administrasi negara yang menekankan pentingnya proses menemukan kembali tugas-tugas yang harus dilakukan oleh pemerintah atau dalam istilah sekarang populer disebut sebagai reinventing government.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat mengikuti seleksi penerimaan PPPK,” tutup Bupati Majene Fahmi Massiara.

(ipunk)