Bupati Akui Berat Lepas Baharuddin Djafar

Gambar Bupati Akui Berat Lepas Baharuddin Djafar

Mapos, Mamuju – Sosok H. Habsi Wahid yang terpantau sangat jarang meneteskan airmata di hadapan publik, kali ini tidak dapat menahan kesedihannya saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Launching Pondok Taqfids sekaligus syukuran atas promosi jabatan dan kenaikan pangkat mantan Kapolda Sulbar H.Baharuddin Djafar.

Dalam acara yang dihadiri ratusan undangan di lokasi Pondok Taqfids (Anjoro pitu), Selasa (18/022020) tersebut, Habsi sesekali menghentikan pembicaraannya sembari menahan air mata. Ia mengatakan sangat berat melepas kepindahan Baharuddin Djafar yang dinilai menjadi salah satu sosok yang banyak menginspirasi kebaikan.

“Saya banyak merenungi, kepemimpinan yang dibutuhkan masyarakat adalah yang memiliki kesederhanaan, memasyarakat, taat beragama, dan itu telah ditunjukkan oleh beliau,” kata Habsi.

86811417_193345665218393_3612281565695967232_n

Ia berharap Promosi jabatan dan pemindahan Kapolda Sulbar ke Maluku bukan menjadi penghalang untuk tetap membangun silaturahmi.

“Kami akan selalu menantikan kehadiran bapak kenbali dan pondok taqfids ini nanti akan menjadi tempat yang selalu terbuka untuk bapak,” pungkas Habsi Wahid.

86742786_193345595218400_8411410067273809920_n

Merasakan Kesedihan yang sama Irjen Pol H.Baharuddin Djafar mengungkapkan terimakasih kepada Bupati Mamuju atas apa yang dilakukan bersama selama ini.

“Terimakasih pak, walaupun kita berjauhan tapi hati saya tetap disini,” kata Baharuddin Djafar.

Bahkan rencananya jika telah memasuki masa pensiun yang tidak lama lagi, sosok yang banyak menginspirasi gerakan Shalat Subuh berjamaah yang dilakukan Pemkab Mamuju ini akan menghabiskan masa pensiunnya di Bumi Manakarra (Mamuju).

“Kalau Allah panjangkan umur saya, saya mau nanti pensiunnya disini,” terang Baharuddin Djafar.

Terlepas dari itu, pondok taqfids yang dibangun tepat di depan kediaman pribadi H. Baharuddin Djafar di Aanjoro Pitu yang masih sangat berdekatan dengan Rujab Bupati Sapota. Rencananya akan menjadi pondok untuk mendidik para penghafal Alquran, sehingga pendidikan keagamaan di Mamuju akan lebih mendalam.

(*)

Baca Juga