
Mapos, Mamuju – Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sulbar, menggelar razia dan tes urine terhadap penghuni rumah kos. Tes urine itu sebagai upaya mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di kota Mamuju.
“Kami lakukan dengan sasarannya adalah penghuni rumah kos, karena selama ini dugaan kuat penyalahgunaan narkoba banyak menggunakan tempat kos,” Kabid Berantas BNNP Sulbar AKBP Herman Mattanete, Kamis (26/10/2017).
Ia menuturkan operasi gabungan tersebut rutin dilakukan dalam rangka memerangi dan memberantas peredaran narkoba di wilayah Kota Mamuju. Selain itu, lanjut dia, sekaligus antisipasi penyebaran Narkoba di Wilayah Mamuju, Sulbar.
“Dengan operasi ini kami harap penyalahgunaan narkoba di Mamuju bisa berkurang dan tentunya sebagai upaya pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya di wilayah Mamuju,” kata Herman.
Operasi melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Provost Polda Sulbar, tenaga kesehatan, itu dilakukan dengan menyisir tempat kosan di berbagai tempat di dua Kelurahan yakni Kelurahan Binanga dan Rimuku. Petugas mendatangi setiap kamar kos, kemudian mendata identitas dan memeriksa tes urine seluruh penghuni kosan.
Sebanyak 95 penghuni kosan dibeberapa tempat dites urine. Hasilnya, ditemukan dua orang positif inisial JS (27) dan TW (24), keduanya dinyatakan mengkomsumsi Narkoba dan tiga orang lainnya positif mengkomsumsi obat daftar G, juga turut diamankan 2 orang pasangan muda yang belum menikah dalam satu kamar di Wisma Aneka Jaya.
Sementara itu, Kepala BNNP Sulbar Brigjen. Pol. Dedi Sutarya mengatakan, operasi ini tentunya akan kami laksanakan setiap saat tanpa di jadwalkan sebelumnya, sistim acak bisa siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
Menurutnya, sesuai dengan komitmen kami dan Gubernur Sulbar “Sulbar Zero Narkoba” untuk memberantas peredaran Narkoba yang ada di Sulbar hingga ke akar- akarnya
Sesuai dengan instruksi Kapolri, bila ada kedapatan pengedar narkoba dan Dia melawan, dekatkan Dia dengan kamar jenasah dan bila bandar besarnya didapat, untuk tidak dulu membawanya ke kantor tapi kasih singgah dulu ke rumah sakit.
“Bila ditemukam bandar besar, jangan dulu dibawah ke kantor, kasih mampir dulu ke rumah sakit,” terang Dedi.
(usman)






