Berikut Tanggapan Plt Kepala Bapenda Majene Terkait Pemotongan Honor Honorer K2

  • 20 Des 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 564
Gambar Berikut Tanggapan Plt Kepala Bapenda Majene Terkait Pemotongan Honor Honorer K2

Mapos, Majene — Jazuli M Machmud kepada wartawan Jum’at (29/12/2019) siang tadi menanggapi adanya dugaan diskriminasi atas honor honorer K2 di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Majene.

“Baik saya tanggapi, Saya jadi pelaksana tugas Kepala Bapenda sejak 1 juli 2019 dan tidak pernah melakukan pemotongan satu sen pun gaji honorer, karena tugas yang diberikan Pak Bupati kepada saya sangat jelas sebagai pelaksana tugas. Nanti saya cari tahu mungkin ada oknum di Bapenda yang melakukan,” tegasnya singkat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, oleh salah seorang honorer di Bapenda, Jum’at (20/12/2019) yang enggan namanya disebut, mengatakan kesan diskriminasi di Badan yang dipimpin oleh Jazuli M Machmud itu berawal dari kebijakan yang menyebut, bahwa setiap honorer yang tidak masuk kantor akan dikenakan sanksi pemotongan honor.

“Dalam perjalanannya, ada honorer yang tidak menjalankan tugas, bahkan tidak pernah masuk kantor, tapi tetap mendapatkan honor penuh sebesar Rp350 ribu perbulan. Katanya, dia adalah keluarga anggota dewan. Anehnya, kita yang juga tidak hadir di kantor dengan alasan sakit dan sebagainya justru dipotong habis-habisan. Saya tahu dan sadar bahwa saya tidak punya backing anggota dewan atau pejabat. Jadi kita maklum saja,” tegas honorer K2 Bapenda.

Menurutnya, jika aturan pemotongan honor atas K2 diberlakukan, jangan diberlakukan hanya pada orang-orang tertentu saja.

“Tidak adil namanya kalau begitu. Kita ini didiskriminasi oleh kepala badan,” tegasnya.

Selain honor, upah pungut juga disebut-sebut turut dipotong hingga 50 persen.

Sebelumnya, mantan Kepala Bapenda Anwar Lazim ketika dikonfirmasi sebelum dirinya pensiun membantah jika ada diskriminasi di Bapenda.

“Semua honorer kita berlakukan sama. Kesepakatannya, setiap honorer yang tidak menjalankan tugas dalam waktu tertentu akan dikenai sanksi pemotongan honor dan uangnya akan kita kembalikan ke kas daerah,” Anwar Lazim kala itu.

“Tapi nyatanya, meski honorer itu tidak pernah hadir, dia tetap mendapat honor,” timpal Honorer K2 Bapenda yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebut.

(ipunk)