Bayi 11 Bulan Tertolong di Rumah Sakit Lapangan TNI AD

0
66

Mapos, Mamuju — Bayi Kirena  11 bulan asal desa Bambu, kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terselamatkan di Rumah Sakit Lapangan TNI AD di Makorem 142/Tatag Jl. Abd.Malik Pattana Endeng Mamuju Sulawesi Barat,  Kamis (25/02/21)

Putri pasangan Risman dan Mirda ini mengalami kejang atau step akibat demam tinggi disertai diare yang dideritanya.

Bayi tersebut berangkat dari rumahnya di Besa Bambu, dengan menggunakan sepeda motor digendong sang nenek dibungkus kain sarung menuju Rumah Sakit Lapangan TNI AD.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Personel dan dokter rumah sakit melihat Kirena menangis di gendongan nenek, dengan sigap dan cepat melakukan penanganan medis langsung dibawa ke ruang emergency.

Tidak membutuhkan waktu lama penyakit kejang dan panas bayi Kirena dapat diatasi oleh petugas medis disana.

Menurut Letda Ckm, dr. Randi Kusuma Elvandri kepada awak media, Bayi Kirena menderita kejang pada dini hari sekitar pukul 03:00 WITA dengan durasi 30 menit.
Kembali sadar sekitar pukul 06:00 WITA. Berselang beberapa menit kemudian bayi tersebut kembali alami kejang dengan durasi sekitar 3 jam.

Letda Ckm dr. Randi juga menuturkan, Tim medis yang bertugas di rumah sakit lapangan langsung melakukan penanganan medis dengan memberikan obat penurun panas dan memasukkan cairan ke dalam tubuh bayi Kirena. Alhasil demam dan kejang yang diderita bayi asal Desa Bambu tersebut turun dan kondisinya berangsur normal.

“Setelah kondisi bayi Kirena normal dan membaik, kami rujuk ke salah satu rumah sakit di kota Mamuju untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan harus di rawat inap,” kata Letda Ckm dr.Randi

Sementata itu, salah seorang kerabat pasien bernama Budi mengaku, Bayi Kirena sepekan lalu juga mengalami hal yang sama dan dilarikan ke salah satu rumah sakit di Mamuju. Karena terkendala biaya, pihak keluarga mengeluarkan Kirena dari rumah sakit disebabkan tidak sanggup membayar biaya pengobatan di rumah sakit tersebut.

“Orang tua Kirena berasal dari keluarga tidak mampu dan tidak terdaftar ke dalam peserta BPJS kesehatan,” ungkap Budi

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis di Rumah Sakit Lapangan TNI AD yang telah memberikan pelayanan medis dengan cepat dan tepat sehingga nyawa Kirena dapat diselamatkan.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.