Mapos, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan sanitasi yang aman, tangguh, dan berkelanjutan dengan mengikuti Learning & Sharing Workshop bertajuk “Transformation Towards Safely Managed and Resilient Sanitation in All Settings” atau Transformasi Menuju Sanitasi yang Aman dan Tangguh di Semua Lingkungan. Kegiatan yang digelar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama UNICEF ini berlangsung secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung di YouTube pada Senin (15/12/2025).
Keikutsertaan dalam workshop ini dinilai penting untuk mendukung misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur, Salim S. Mengga, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Workshop nasional ini diikuti oleh seluruh pemerintah daerah se-Indonesia sebagai wadah berbagi pengetahuan lintas sektor dalam merespons tantangan pembangunan sanitasi yang semakin kompleks, khususnya akibat dampak perubahan iklim.
Arjanto, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, bersama staf hadir mewakili Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Muh. Darwis Damir dalam kegiatan tersebut.
Usai kegiatan, Arjanto menerangkan bahwa pembangunan sanitasi tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur dasar, tetapi harus memastikan keberlanjutan layanan, perlindungan kesehatan masyarakat, serta ketangguhan sistem menghadapi risiko iklim seperti banjir dan kekeringan. Ia juga menegaskan pentingnya penerapan prinsip Citywide Inclusive Sanitation agar layanan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Lebih lanjut, Arjanto menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta edukasi publik merupakan faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan sanitasi. Praktik baik dari daerah lain, seperti aplikasi One Stop Shop Sanitasi di Lumajang dan layanan WASH berketahanan iklim di Kupang, disebut sebagai inspirasi bagi Sulbar untuk terus berinovasi.
Melalui tindak lanjut Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP), Bapperida Sulbar berharap pengelolaan sanitasi dapat dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan terhubung dengan proses penganggaran daerah.
Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Muh. Darwis Damir, menegaskan bahwa partisipasi dalam workshop ini menjadi penguatan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong perencanaan sanitasi yang aman dan tangguh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup di Sulawesi Barat.
(*)






