Bapperida Sulbar Dukung MGD

Mapos, Mamuju — Bapperida Provinsi Sulawesi Barat menegaskan dukungan penuh terhadap Program Strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, dengan memandangnya sebagai instrumen penting yang mengintegrasikan pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, dan perbaikan tata kelola.

Program ini dinilai sejalan dengan Panca Daya Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bapperida Provinsi Sulawesi Barat memandang program makan bergizi gratis dari beberapa sudut kepentingan perencanaan dan pembangunan daerah, tidak hanya dari aspek sosial, tetapi juga aspek pembangunan SDM-nya, pembangunan ekonomi dan tata kelolanya. Karena ini juga bisa dikatakan mengena langsung ke Visi Misi Panca Daya Gubernur dan Wakil Gubernur,

“Khususnya pada misi Kedua yaitu mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi, Bapperida umumnya mendukung program makan bergizi gratis karena sejalan dan sangat terbantu dengan pembangunan daerah,” ujar Haykal Inayah Ramadhan, Pamong Pemerintahan Bapperida Sulbar yang hadir mewakili Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Survei Monitoring dan Evaluasi MBG 2025 di Aula Kantor BPS Sulbar, Kamis (18/9/2025).

Rapat yang dipimpin Plt. Kepala BPS Sulbar, M. La’bi, ini dihadiri perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Sulbar, serta Korem Tatag 142 Mamuju. BPS memaparkan bahwa MBG menargetkan 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil, dengan target 31.994 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi pada Desember 2025.

Sebagai bagian dari pemantauan, BPS melaksanakan Survei Khusus dan Survei Baseline. Survei Khusus pada Juni 2025 mengukur dampak MBG terhadap gizi, pendidikan, ekonomi, dan kemiskinan, termasuk indikator rantai pasok dan penyerapan tenaga kerja. Survei Baseline pada Juli 2025 menilai perubahan kondisi rumah tangga penerima, seperti semangat belajar siswa dan beban keluarga.

Di Sulbar, Survei Khusus difokuskan di Polewali Mandar dan Mamuju. Polewali Mandar menghadapi kendala operasional SPPG dan keterjangkauan responden, sementara Mamuju mencatat capaian optimal. Survei Baseline mencakup 1.840 rumah tangga di enam kabupaten, dengan hampir 100% pendataan selesai, namun masih ada 10.447 rumah tangga eligible yang belum menerima MBG.

BPS juga mengungkap, dari 62 SPPG yang tercatat di website, hanya 32 yang aktif per 9 September 2025. Polewali Mandar dan Mamasa menjadi fokus supervisi dengan 19 petugas lapangan untuk memastikan kepatuhan SOP.

Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menegaskan komitmen pihaknya mengawal MBG sebagai program yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan tata kelola, sejalan dengan misi kedua dan ketiga Panca Daya.

“Kami mengapresiasi keterlibatan lintas sektor dalam Rakor ini, dan berharap koordinasi terus diperkuat agar pelaksanaan MBG di lapangan semakin efektif dan tepat sasaran. Bapperida berkomitmen untuk terus mengawal program ini dalam kerangka pembangunan daerah Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera,” ujarnya.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...