Bandara Sumarorong Mamasa, Riwayatmu Kini

Gambar Bandara Sumarorong Mamasa, Riwayatmu Kini

Mapos, Mamasa – Nasib bandara Sumarorong yang berada di Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa seperti landasan tak bertuan. Sudah tak beroperasi lagi sejak tahun 2017.

Bandara Sumarorong terletak di jalan Poros Polewali-Mamasa, menuju Desa Sasakan, berjarak 65 Km, dapat ditempuh 2 jam perjalanan, menggunakan kendaraan roda 4.

Sebaliknya, dari arah Kota Kabupaten Mamasa, berjarak 51 Km, dapat ditempuh 1 jam 41 menit.

Pada bulan Maret 2014, Bandara Sumarorong diresmikan, dirangkaikan HUT Ke-11 Kabupaten Mamasa.

Sejak diresmikan, hanya beberapa tahun Bandara Sumarorong beroperasi, dengan penerbangan perintis.

Salah seorang warga Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, bernama Poli yang tinggal dekat lokasi bandara mengaku terakhir melihat pesawat, lepas landas, pada tahun 2017.

“Terakhir pesawat terbang di sini, sekitar bulan Oktober tahun 2017,” kata Poli, Kamis (14/2/2019).

Menurut Poli, ini sebuah kerugian besar bagi negara jika bandara ini tidak dioperasikan, sebab dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah.

Poli berharap agar pemerintah bisa mengoperasikan bandara itu kembali.
“Kalau beroperasi, bisa juga menjadi keuntungan untuk warga di sini, karena bisa berjualan di sekitar lokasi,” harap Poli.

Sebelumnya, pembangunan Bandara Sumarorong merupakan hadiah yang diberikan Menteri Perhubungan Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa.

Menteri Perhubungan saat itu dijabat Freddy Numberi. Sementara Bupati Mamasa saat itu, Obednego Depparinding.

Hadiah itu sebagai bentuk permintaan maaf Freddy Numberi saat kunjungan pertamanya ke Kabupaten Mamasa.
Saat itu, di bulan Oktober 2013, Freddy Numberi menghadiri perayaan 100 tahun injil masuk Mamasa.

Freddy datang ke Mamasa menggunakan helikopter dari Makassar.

Freddy saat itu dijadwalkan mendarat di helipad yang sudah disediakan di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, dengan disambut oleh pemerintah daerah.

Namun, ada kesalahan komunikasi dengan pihak penyelenggara.
Akhirnya Freddye mendarat di tengah-tengah pusat kegiatan, yang saat itu diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Mamasa.

Tamu kecewa karena terkena debu akibat tiupan baling-baling helikopter.
Sebagai permintaan maaf, Freddy akhirnya berjanji untuk membangun bandara di Kabupaten Mamasa.
Begitulah awalnya, sehingga bandara Sumarorong dibangun.

(usman)

Baca Juga
caleg sulbar no 23
caleg sulbar no 27
caleg sulbar no 39
caleg sulbar no 42