Andi Ruskati Hadiri Pesta Nelayan di Tamo

  • 23 Feb 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 269
Gambar Andi Ruskati Hadiri Pesta Nelayan di Tamo

Mapos, Majene – Bentang pantai dan laut Sulawesi Barat memanjang dari Timur ke Barat mencapai 600 kilo meter, yang tentunya sangat perlu diexplore demi kemakmuran masyarakat Sulbar.

Hal ini dikatakan Andi Ruskati Ali Baal yang juga adalah salah seorang anggota Komisi VIII DRP RI pada acara Pesta Nelayan di Kawasan Nelayan
Lingkungan Tamo dan Lingkungan Tamo Dhua Kelurahan Baurung,
Kecamatan Banggae Timur, Sabtu, (23/2/2019).

Selain laut kata istri Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar ini, Sulbar juga memiliki potensi alam lain seperti lahan perkebunan yang masih perlu mendapat perhatian tersendiri.

“Sulbar memiliki kekayaan alam yang cukup dan dapat mensejahterakan rakyat jika dikelola dengan baik,” katanya.

Sebagai asli putri Majene dia mengajak masyarakat Majene untuk menggali potensi daerah yang masih kategori tertinggal.

Dia mengaku, sejumlah program sosial peruntukan masyarakat Sulbar telah berhasil ia tingkatkan, termasuk menambah penerima manfaat dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

“Alhamdulillah, dengan keberadaan saya di Komisi VIII sehingga usulan-usulan dari enam kabupaten yang ada di Sulbar dapat kita dorong melalui koordinasi dengan kemeterian terkait. Penentu akhir, tentu di kami. Apakah anggaran tersebut disetujui atau tidak,” jelas Andi Ruskati.

Pada kesempatan sama, Bupati Majene Fahmi Massiara menyebut, masayarakat Tamo adalah masyarakat nelayan yang tidak diragukan lagi keahliannya dalam melaut.

“Banyak masyarakat nelayan Kabupaten Majene tersebar di seluruh daerah untuk mencari kehidupan dengan keahluan sebagai nelayan,” katanya.

Bicara soal kebijakan, lanjut Fahmi, Pemkab Majene hanya bisa menberi bantuan pengadaan kapal nelayan berkapasitas tidak lebih dari 5 GT.

“Aturannya ada. Bantuan kapal nelayan melalui kabupaten hanya berkapasitas 5 GT kebawah. Kalau 5 GT sampai 15 GT usulannya melalui Provinsi dan 15 GT keatas melalui kementerian,” ungkap Fahmi.

Lebih jauh katanya, masyarakat Tamo khusunya harus bersyukur atas kehadiran Andi Ruskati dalam acara pesta nelayan itu.

Karena, sebagai anggota komisi 8 DPR RI yang menangani masalah pelayanan sosial dasar seperti PKH, Kube, BSPS dan rumah khusus nelayan, setidaknya Andi Ruskati bisa menjembatani keinginan masyarakat.

“Kupaten Majene masih sangat butuh program BSPS kedepan, karena berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, masih banyak rumah tidak layak huni ditinggali oleh masyarakat. Semoga pada kesempatan ini, Andi Ruskati bisa mengakomodir ke kementerian terkait,” pinta Fahmi Massiara.

(ipunk)

caleg sulbar no 23
caleg sulbar no 27
caleg sulbar no 39
caleg sulbar no 42