Akun FB Rian Saputra Dilaporkan ke Polisi

Gambar Akun FB Rian Saputra Dilaporkan ke Polisi

Mapos, Mamasa – Pengguna Facebook dengan nama akun Rian Saputra dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik salah seorang anggota DPRD Kabupaten Mamasa bersama istrinya.

Esterlina yang merupakan istri Anggota DPRD Mamasa Amir, resmi melaporkan akun tersebut ke Polres Mamasa, Kamis (17/09/2020) pagi didampingi suami dan anaknya.

Akun Rian Saputra mengunggah video berdurasi sekitar satu menit ke group Facebook Warkop To Mamasa, yang diberi caption : “PART 1 ANGGOTA DPR MAMASA DAN ISTRI MARAH2. Salah satu pejabat yang mempertontonkan sikap yang keliru… bantu viralkan biar jadi pelajaran buat yang lain”.

Dalam video tersebut ada gambar anggota DPRD Mamasa dari Partai Perindo Amir bersama istrinya.

Kepada awak media, Esterlina mengatakan, pihaknya melaporkan kejadian tersebut karena merasa telah dirugikan dan dicemarkan nama baiknya. Sementara video yang diunggah tersebut sudah tidak sesuai aslinya karena sudah dipotong.

“Seakan-akan kami membuat masalah, karena video yang diupload di media sosial hanya sekitar satu menit. Padahal kalau video aslinya sekitar satu jam,” ungkap Esterlina.

Dia keberatan dengan caption yang digunakan karena membawa nama suaminya sebagai anggota DPRD. Sehingga tentunya bisa merusak nama baiknya di publik.

“Mungkin kami tidak akan keberatan seandainya keseluruhan video itu diupload supaya orang bisa melihat semua krinologis kejadiannya. Tapi ini sudah dipotong sehingga seakan-akan kami yang membuat masalah,” jelas Esterlina.

Sementara itu Kaur Bin Ops Reskrim Polres Mamasa Drones Ma’dika membenarkan bahwa pihaknya telah membuat laporan pengaduan atas nama Esterlina atas dugaan pencemaran nama baik

Drones menjelaskan bahwa penyidik reskrim Polres Mamasa, telah melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari pihak pelapor dan juga barang bukti.

“Ada barang bukti yang disertakan berupa screenshot postingan akun yang dilaporkan. Dan saat ini kami sedang mendalami kasus,” ungkap Drones.

Sementara keberadaan terduga pelaku masih dalam proses pencarian petugas kepolisian

(anis)