Aksi Mahasiswa, Kemana Gubernur ABM ?

Mapos, Mamuju – Aksi mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Gerakan Cinta Guru (PMII, Ipmapus Cabang Mamuju, Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bonehau, GMNI, Ikatan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Mamuju) menggelar aks unjuk rasai di depan Kantor Gubernur Sulbar, jalan Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Mereka menuntut kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar -Enny Anggraeni (ABM-Enny) agar segera membayar gaji para Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) terhitung Januari – Juni 2018.

Mahasiswa mendesak agar Gubernur ABM juga segera membuatkan SK GTT dan PTT. Karena SK yang seharusnya GTT dan PTT dapatkan sampai saat ini belum menuai kejelasan.

Spanduk bertuliskan pencopotan Gubernur.

“Bila Gubernur ABM tetap bersih keras tidak mau membayarkan gaji para honorer, maka kami akan meminta hak angket di DPRD untuk pencopotan Gubernur,” sebut Akhyar dalam orasinya.

Selain meminta pencopotan Gubernur, mahasiswa juga dalam orasinya menyebut, Gubernur ABM pengecut dan penakut enggan bertemu mereka.

“Mana Gubernur ABM, kenapa tidak mau temui kami (mahasiswa, red), ABM pengecut, ABM penakut,” teriak mahasiswa.

Aksi yang dimulai pada pukul 11.00 Wita dan hingga pukul 14.40 Wita, Gubernur ABM belum menemui mahasiswa.

Mahasiswa pun mengancam akan membakar ban bekas bila Gubernur ABM tidak mau menemui mereka sesuai dengan batas waktu yang dijanjikan.

Dari informasi yang diterima, Gubernur ABM sedang melakukan rapat dengan unsur terkait membahas persoalan pembayaran gaji GTT dan PTT.

Kadis Pendidikan Aripuddin menemui para demonstran.

Tepat pukul 15.17 Wita, Gubernur Sulbar dan di wakili oleh Kepala Dinas Sulbar Arifuddin menemui para demonstran yang akhirnya ditemui titik terang, antara Pemprov Sulbar dan Mahasiswa.

Hasil dari nota kesepakatan, Pemprov Sulbar melalui Dinas Pendidikan Sulbar akan segera membayarkan gaji GTT dan PTT yang berjumlah 925 orang terhitung bulan Januari hingga Juni 2018.

“Segera kita akan bayarkan gaji dari 925 GTT dan PTT,” kata Aripuddin.

Menurut Aripuddin, 925 GTT dan PTT merupakan hasil verifikasi. Sebelumnya jumlah GTT dan PTT kurang lebih 3000 orang.

“925 adalah GTT dan PTT asli sesuai data dari Diknas. Adapun sisanya merupakan siluman,” sebut Aripuddin.

Selain kesepakatan pembayaran gaji, Pemprov Sulbar juga segera membuatkan SK GTT dan PTT.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polda Sulbar.

(toni)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...