Mapos, Mamuju – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat melalui Sunusi, S.Pd., M.M., Kepala Bidang Organisasi Kemasyarakatan dan Keagamaan, mengikuti dialog interaktif di RRI Pro 1 Mamuju dengan tema “Merawat Kerukunan di Era Digital: Mencegah Intoleransi, Menangkal Provokasi, dan Memperkuat Persatuan.”
Dalam dialog tersebut, Sunusi hadir bersama Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Barat, Dr. Nursalim Ismail. Pembahasan berfokus pada pentingnya menjaga hubungan harmonis antarumat beragama, mencegah penyebaran paham intoleran, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi provokatif di ruang digital.
Sunusi menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi perlu diimbangi dengan penguatan wawasan kebangsaan, literasi digital, dan kesadaran masyarakat dalam menghargai perbedaan. Media sosial hendaknya dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang mendukung persatuan dan kerukunan.
Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Muh. Darwis Damir, menyampaikan bahwa pemeliharaan kerukunan umat beragama merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial daerah.
“Kerukunan harus terus dirawat melalui komunikasi, sikap saling menghormati, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Masyarakat juga perlu bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah persatuan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Sulbar mendorong penguatan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.
(*)






