Mapos, Semarang – Memasuki hari ke-3 pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-31 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, kontingen Provinsi Sulawesi Barat kembali menampilkan wakil terbaiknya. Kali ini, Akmal Sukri unjuk kemampuan di Auditorium Kanwil Kemenag dengan nomor urut tampil ke-7.
Penampilan Akmal Sukri berlangsung dengan penuh energi dan percaya diri. Ia berhasil membacakan Al-Qur’an dengan sangat baik, meskipun dalam penampilannya terkena peringatan (bel) dari dewan hakim. Meski demikian, secara keseluruhan penampilannya dinilai tetap memenuhi standar penilaian, baik dari segi tajwid, makhraj, kelancaran hafalan, maupun lagu.
Sepanjang penampilannya, Akmal Sukri terlihat tenang dan lancar, mencerminkan persiapan yang sungguh-sungguh serta pembinaan yang intensif.
Akmal Sukri didampingi langsung oleh Muh. Syarif, yang setia memberikan dukungan dan pendampingan sejak sebelum tampil hingga usai
Di tempat terpisah, Murdanil, S.E., M.AP., selaku Ketua Kafilah MTQ Provinsi Sulawesi Barat sekaligus Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra, memberikan pendapatnya terkait penampilan peserta asal Sulawesi Barat tersebut.
“Kami bersyukur dan bangga atas penampilan ananda Akmal Sukri yang mampu membacakan Al-Qur’an dengan baik. Ini merupakan hasil pembinaan yang serius dari seluruh tim. Kami berharap seluruh peserta Sulawesi Barat dapat terus tampil maksimal dan membawa nama daerah ke babak final,” ujar Murdanil.
Hingga hari ke-3, kontingen Sulawesi Barat terus menunjukkan komitmen dan kesiapan dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQN ke-31. Berbagai cabang lomba seperti Tilawah, Tahfiz, Tafsir, Fahm Al-Qur’an, dan Khat masih terus berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui Kafilah yang dipimpin oleh Murdanil diharapkan mampu memacu semangat para peserta untuk memberikan yang terbaik. Ajang MTQN ke-31 Kota Semarang menjadi momentum penting bagi para qari dan qariah terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di kancah nasional.
(*)






