Bapperida Sulbar Pastikan Sinkronisasi Kebijakan Stunting di Daerah

Mapos, Topoyo – Dalam upaya memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program kesehatan prioritas, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat mendampingi Tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) melaksanakan peninjauan lapangan intensif di Provinsi Sulawesi Barat pada 19 hingga 22 April 2026. Fokus kunjungan dipusatkan di Kabupaten Mamuju Tengah dan Mamasa guna mengawal langsung Program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S).

Langkah strategis ini merupakan perwujudan dari Asta Cita—8 program utama pemerintah pusat—yang diselaraskan dengan program prioritas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, terkait pencegahan dan penanganan stunting terpadu di wilayah Sulawesi Barat.

Tim Setwapres bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Pusat turun langsung untuk mengidentifikasi kendala aktual sekaligus memvalidasi efektivitas kebijakan yang telah berjalan.

Perencana Ahli Muda Bapperida Sulbar, Nurhalia B, SE., M.Ec. Dev, yang mendampingi tim pusat bersama Perencana Ahli Pertama, Andi Adryati, ST, menjelaskan bahwa pemantauan ini mencakup titik-titik krusial mulai dari Kantor Pemda, Kantor Desa, hingga fasilitas layanan kesehatan seperti Posyandu dan Puskesmas.

“Kegiatan ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret. Kami memotret kemajuan program dan inovasi di lapangan, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil dan balita sebagai intervensi gizi spesifik,” jelas Nurhalia.

Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Drs. Amujib, M.M., menegaskan bahwa kunjungan ini adalah momentum penting untuk memperkuat integrasi program daerah dan pusat.

“Kami menyambut baik peninjauan langsung ini. Kehadiran tim Setwapres di Sulawesi Barat adalah momentum krusial untuk mensinkronkan langkah Pemerintah Provinsi melalui program Panca Daya dengan Asta Cita pemerintah pusat. Bapperida Sulbar memastikan setiap data lapangan akan menjadi basis kebijakan yang lebih tepat sasaran agar dampak penurunan stunting benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Amujib.

Rangkaian agenda di Mamuju Tengah melibatkan sinergi penuh lintas sektor. Bupati Mamuju Tengah hadir bersama jajaran Kepala OPD teknis terkait (Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas KB, dan Pekerjaan Umum), serta para kader pendamping desa yang menjadi ujung tombak pelayanan.

Kegiatan diawali dengan paparan situasi terkini oleh Pemerintah Daerah, dilanjutkan dengan kunjungan langsung (on-the-spot) ke rumah keluarga penerima manfaat untuk memastikan intervensi gizi tepat sasaran.

Sebagai penutup, dilakukan penyampaian temuan lapangan yang diakhiri dengan penandatanganan komitmen oleh Kepala Daerah. Hal ini menegaskan bahwa penanganan stunting di Sulawesi Barat adalah kerja kolektif yang menuntut keberlanjutan, integritas data, dan kolaborasi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 serta Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...