Mapos, Majene — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Hj Yuliani sebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, ditutup sementara menyusul ditetapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat dugaan keracunan dan gangguan kesehatan pasca menyantap pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Benar, dapur SPPG sudah ditutup sementara sejak ditetapkannya kejadian luar biasa dan belum bisa beroperasi sebelum hasil BPOM keluar,” ujar Yuliani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin 19 Januari 2026.
Dikatakan, seluruh sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dikirim ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar dan saat ini masih dalam proses uji laboratorium.
“Untuk hasil sementara uji laboratorium belum ada. Sampel masih di BPOM dan masih dalam proses pengujian. Kita menunggu sekitar tujuh hari,” jelasnya.
Ia menegaskan, hasil resmi uji laboratorium baru akan disampaikan kepada publik setelah BPOM mengeluarkan keputusan tertulis. Dinas Kesehatan, kata dia, akan menggelar konferensi pers setelah menerima surat resmi dari BPOM Provinsi Sulawesi Barat.
“Nanti akan ada surat masuk ke Dinas Kesehatan dari BPOM. Setelah itu, baru akan dilakukan konferensi pers berdasarkan hasil keputusan laboratorium BPOM,” katanya.
Lebih jauh kata dia, hasil tersebut juga akan disampaikan secara resmi kepada Satuan Tugas (Satgas) MBG sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program.
Terkait kemungkinan adanya sanksi hukum apabila ditemukan unsur kelalaian dari pengelola dapur MBG, Yuliani menegaskan bahwa hal itu diluar kewenangan Dinas Kesehatan.
“Kalau menyangkut sanksi hukum di luar administrasi, itu bukan ranah kami. Itu menjadi kewenangan pihak kepolisian,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, kasus dugaan keracunan pangan yang terjadi pada 12 Januari 2026 tersebut menyebabkan lebih dari 60 warga mengalami gejala mual dan sakit perut, termasuk anak-anak dan balita. Satu balita bahkan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Hingga kini, seluruh pasien dilaporkan telah berangsur pulih. Sementara itu, proses investigasi dan uji laboratorium masih terus berlangsung, dan publik menantikan hasil resmi dari BPOM.
(*)






