Mapos, Mamuju – Mundurnya para dokter spesialis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulbar mendapat kritikan keras dari Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Ismail Zainuddin.
Ismail mengatakan, mundurnya dokter berdasarkan keinginannya jangan sampai terjadi penelantaran terhadap pasien sehingga hal itu akan menimbulkan persoalan baru. Terkait itu kata dia, belasan dokter itu tidak lagi dibutuhkan bahkan sudah di remove dan kini pemerintah hanya fokus pada solusi untuk mencari dokter pengganti.
“Kita tidak inginkan ada pasien yang terlantar karena ulah para dokter yang memilih mundur. Besok kita akan rapat untuk membahas dokter pengganti dan kita tidak bisa paksakan lagi untuk kembali bekerja. Tetapi ingat, jangan sampai ada pasien yang keberatan dengan alasan diterlantarkan bisa-bisa masuk pidana,” kata Ismail Zainuddin di Mamuju, Rabu ( 26/12/2017).
Menurutnya, dari informasi yang diterima bahwa para dokter yang memilih mundur ini diduga telah melakukan kesalahan karena terlalu mencampuri urusan managemen. Akibatnya, hubungan antara dokter dengan direktur menjadi tak harmonis.
Karena itu kata Ismail, kami tidak berharap para dokter kembali bekerja. Tetapi pemerintah akan mencari solusi dengan cara mencari dokter lain yang memiliki komitmen kuat untuk mengabdi di daerah.
“Sudahlah, kita tidak perlu pusing dengan mereka yang memilih mundur. Solusinya ya kita cari dokter lain, ” katanya.
Ia mengaku, telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk bisa mengisi kekosongan dokter yang konon telah bekerja di RS lainnya.
Sebetulnya kata dia, aksi mundurnya para dokter ini berpotensi akan dapat sanksi karena masih terikat kontrak kerjasama dan bahkan ada beberapa dokter yang disekolahkan oleh Pemprov Sulbar yang dipastikan akan lebih fatal lagi.
Senada dengan Direktur RSUD Sulbar, Andi Munassir menilai aksi mundurnya para dokter ini terkesan ada muatan lain.
“Tuntutan mereka hanya ingin mengganti posisi saya. Tetapi alasan mereka juga tak mendasar, kalau misalnya ada kesalahan di buktikan jangan dengan cara begini, ” katanya.
Andi menyampaikan, sebetulnya ada beberapa dokter yang mau masuk ke RSUD untuk mengabdi tetapi ada upaya sabotase dari oknum tertentu yang menyebutkan bahwa managemen RS Regional tidak maksimal. Dengan cara – cara yang tidak benar dan janganlah suka membangun opini publik sehingga terkesan managemen RSUD tidak benar.
”Ada oknum dibalik skenario ini. Dengan cara – cara tidak terpuji ini sangat disayangkan karena bisa merugikan secara umum,” pungkasnya.
(maman)






