Sukmawan : Alhamdulillah Persalinan Istri Saya Lancar

Mapos, Mamuju – Handrayani (22), pasien yang ditolak RSUD Mamuju kini telah melahirkan. Persalinannya pun lancar tanpa operasi.

“Setelah mendapatkan pelayanan medis dan diperiksa, kata dokter praktek bersalin semalam, istri saya baik-baik saja, tidak perlu ada tindakan operasi seperti yang dikatakan pihak dokter di RSUD Mamuju bahwa istri saya harus menjalani operasi lantaran anak dalam kandungan besar,” terang Sukmawan suami Handrayani. Senin (25/12/2017).

Dikatakan, kemarin setiba kami di RSUD Mamuju, dokter di IGD menawarkan rujukan ke Polman, kata dokter di RSUD bahwa dokter obgin tidak berada di tempat dan istri saya harus di rujuk ke Polman dan harus menjalani operasi. Tak hanya itu, saya di haruskan membayar sebesar 2 juta sebagai biaya Ambulance untuk dilakukan rujukan ke Polman.

“Saya orang tidak mampu pak, mau ambil dimana uang sebanyak itu, apalagi belum ada tindakan apa-apa dari dokter di RSUD, dokter di IGD hanya melihat istri Saya setelah itu membuat surat rujukan tapi Saya tolak, ” tuturnya.

Setelah Handrayani mendapatkan perawatan di Dokter praktek, subuh tadi, pasien di pindahkan ke RS Mitra Manakarra dikarenakan dokter tersebut akan merayakan Natal dan tepat pukul 14.00 Wita, Handrayani melahirkan secara normal tanpa operasi.

“Alhamdulillah, istri saya selamat melahirkan tanpa operasi,” tutur Sukmawan dengan rasa senang.

Sebelumnya, Pasien rujukan dari Puskesmas Tarailu yang akan melahirkan harus menelan kekecewaan, pasalnya dokter di RSUD Mamuju diduga tidak berada ditempat.

Pasien atas nama Handrayani (22), warga Desa Mariri, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, terpaksa harus mengambil jalan pintas dengan mendatangi dokter praktek yang berada di Axuri.

“Saya bersama istri tadi tiba di RSUD, tapi ditolak karena dokter yang menangani persalinan tidak ada, entah kemana,” kata Sukmawan suami pasien kepada wartawan, Minggu (24/12/2017) malam.

Sukmawan mengatakan, kami tiba di RSUD Mamuju sekitar pukul 17.00 WITA namun istri saya dibiarkan diatas mobil Ambulance hingga pukul 20.00 WITA, 3 jam lamanya istri saya dibiarkan diatas Mobil Ambulance, kata suster di IGD, dokter tidak ada dan akan diberikan rujukan.

“Daripada istri saya tidak tertangani dengan baik maka secepatnya saya mengambil inisiatif untuk segera membawanya ke dokter praktek persalinan yang berada di Axuri,” terangnya.

Ia mengatakan, Jujur pak, saya kecewa dengan pelayanan pihak RSUD Mamuju, menelantarkan istri saya hingga 3 jam lamanya diatas mobil Ambulance tanpa ada pemeriksaan maupun tindakan awal dari pihak RSUD.

“Saya sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Mamuju yang membiarkan istri saya harus menunggu selama 3 jam lamanya diatas Ambulance tanpa ada tindakan awal dari pihak RSUD,” tuturnya dengan nada kecewa.

(Berita ini masih berlanjut dan akan diverifikasi selanjutnya).

(toni)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...