
Mapos, Mamuju – Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) kembali menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Provinsi Sulbar.
Dari aksinya, AMI mendesak DPRD agar menyikapi sikap Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) yang dinilai ingin merombak pancasila.
Usai berorasi di depan gedung DPRD, AMI kemudian melakukan komunikasi persuasif dengan beberapa anggota DPRD Sulbar di ruang rapat pimpinan.
Presidium Aksi Bela Pancasila AMI, Amiruddin menegaskan, aksi yang digelar ini murni gerakan mahasiswa tanpa ditunggangi tujuan politik dan kelompok tertentu.
Demikian yang dijelaskan Amiruddin menanggapi statement ABM yang menuding bahwa aksi bela pancasila oleh AMI pekan lalu ditunggangi agenda politik.
Adapun tuntutan AMI diantaranya mendesak DPRD Sulbar segera melakukan hak interplasi dan hak angket terkait pernyataan gubernur yang diduga ingin merombak butir pancasila.
Jika hasil interplasi yang dilakukan DPRD ternyata dugaan mahasiswa terbukti, AMI akan mendesak unsur legislator melakukan rapat paripurna istimewa pengusulan pergantian gubernur Sulbar.
Menanggapi tuntutan AMI, salah satu anggota DPRD Sulbar, M. Noer menyarankan agar Gubernur Sulbar ABM segera melakukan klarifikasi terkait statementnya di gedung DPRD.
“Akan lebih formil jika gubernur melakukan klarifikasi langsung di rumah rakyat,” ujar M. Noer.
Sementara itu, anggota DPRD dari fraksi Golkar, Andi Ariakati mendukung aksi tersebut. Olehnya itu, ia meminta mahasiswa agar bersabar dalam mengikuti mekanisme yang ada di DPRD.
“Ada tatib yang mengatur kami. Tolong bersabar, kami akan serius menindaklanjuti kasus ini,” pungkasnya. Senin (27/11/2017).
(Aji)






