Mapos, Mamuju — Untuk mempersiapkan Sulbar dalam mengikuti Inovative Government Award (IGA) 2024, Bapperida Sulbar akan melakukan identifikasi dan pendalaman inovasi.
“Ini juga bagian dari upaya percepatan yang akan dilakukan melalui rakor inovasi, dengan mengundang seluruh inovator yang akan diikutsertakan dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah dan ajang Inovative Government Award (IGA),” kata Kepala Bapperida Sulbar Junda Maulana, Selasa (13/02/2024).
Berikutnya, lanjut Junda, menyiapkan seluruh kelengkapan. Termasuk dokumen evidence inovasi yang akan dimasukkan dalam IGA.
Secara umum keikutsertaan dalam IGA ini memiliki beberapa persyaratan. Diantaranya adalah inovasi daerah telah dilaksanakan minimal 2 tahun terakhir, berfokus pada solusi untuk penanganan masalah dan isu strategis yang dihadapi oleh daerah, pelaporan inovasi minimal termuat 2 urusan wajib pelayanan dasar dari 6 urusan wajib pelayanan dasar yang menjadi mandatori Satuan Inovasi Daerah.
“Capaian indeks inovasi daerah Sulbar pada tahun 2022 dengan nilai 46,61 poin. Berada pada kategori Provinsi Inovatif. Namun mengalami penurunan tahun 2023 dengan nilai 29,04 poin yanh berada pada kategori Provinsi Kurang Inovatif. Sehingga upaya dalam meningkatkan nilai indeks perlu dioptimalkan untuk mencapai target di tahun 2024,” urai Junda.
Beberapa kendala dalam pelaksanaan IGA, kata Junda, adalah belum adanya pembinaan dan pendampingan terhadap OPD untuk menciptakan inovasi yang sesuai rancang bangun dan indikator indeks inovasi daerah dari Kemendagri.
“Kurangnya evidence inovasi atau inovasi tidak didasarkan pada bukti atau data dukung yang kuat. Inovasi yang dilaksanakan tidak berkesinambungan atau berkelanjutan,” pungkas Junda.
(*/adv)






