Gerakan Aksi Dituding Bersponsor, AMI Geram

IMG-20171121-WA0037
Foto, Aliansi Mahasiswa Indonesia saat melakukan dialog dengan DPRD Sulbar.

Mapos, Mamuju – Pepatah kuno mengatakan, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga. Pepatah itu tidak lepas dari peristiwa yang terjadi di Sulawesi Barat.

Dimana seorang Gubernur Sulawesi Barat harus berurusan kembali dengan sejumlah Mahasiswa di Sulawesi Barat.

Rabu, (22/11/2017), Gubernur Sulawesi Barat H. Andi Ali Baal Masdar (ABM) mengklarifikasi terkait statementnya membacakan teks Pancasila di hari Sumpah Pemuda serta urutan pada sila Pancasila.

Pada klarifikasinya, Ali Baal Masdar Menyampaikan 2 poin penting, pertama saya tidak pernah berniat maupun mengucapkan kalimat yang akan merubah susunan sila–sila dalam Pancasila.

Yang kedua, terkait ucapan saya yang mengatakan terlalu jauh rentangnya antara Ketuhanan dan Keadilan, maksud saya adalah implementasinya antara sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa dengan sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Namun diakhir kalimatnya pada konferensi persnya di kantor Gubernur Sulbar, ABM menyatakan, saya bacakan klarifikasi ini supaya tidak ada yang kecewa dari pihak-pihak sponsor yang mensponsori demo.

Sesaat rekan-rekan jurnalis mempertanyakan di akhir kalimat pada kata “Sponsor”. Namun ABM enggan memberikan komentar lebih jauh.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI), Amiruddin sangat geram atas pernyataan yang dilontarkan Gubernur Sulbar diakhir kalimatnya.

“Gubernur Sulawesi Barat H. Andi Ali Baal Masdar mesti menjelaskan secara detail siapa yang beliau maksud,” terang Amiruddin. Kamis (23/11/2017).

Amiruddin mengatakan, bila aksi demo AMI yang beliau maksud, maka selaku koordinator AMI, saya merasa keberatan dengan pernyataan Gubernur Sulbar.

“Ini menjadi penghinaan bagi gerakan kami jika kami di tuding pada aksi kemarin bersponsor,” tegas Amiruddin.

Amiruddin mempertegas, gerakan aksi yang kami lakukan kemarin bersama dengan sejumlah rekan-rekan mahasiswa itu murni sebagai bentuk pembelaan terhadap dasar negara yang coba di utak-atik oleh Gubernur.

“Skali lagi saya merasa keberatan jika statement seorang gubernur berkata demikian, ini adalah suatu bentuk pelecehan dari sebuah gerakan murni, gerakan pemuda dan mahasiswa untuk membela pancasila yang merupakan ideologi negara kita,” kata Amiruddin.

Sebelumnya puluhan mahasiswa mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) menggelar aksi demo di kantor gubernur Sulawesi Barat dan kantor DPRD. Aksi AMI terkait pernyataan Gubernur Sulbar yang dianggap mencoba merubah urutan sila Pancasila pada selasa (21/11/2017) kemarin.

(Berita ini masih berlanjut dan akan diverifikasi selanjutnya)

(usman)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...