Syamsul Samad : Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia

IMG-20171121-WA0037

Mapos, Mamuju – Ketua Komisi I DPRD Sulbar dari Partai Demokrat Syamsul Samad ikut pula memberikan kritikan atas statement Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM).

Ia menilai ada unsur kesengajaan pernyataan ABM terkait urutan naskah Teks Pancasila.

“Setelah melihat video yang banyak beredar, saya menilai ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh Gubernur,” terang Syamsul Samad saat menerima Aliansi Mahasiswa Indonesia di ruang Komisi. Selasa (21/11/2017).

Bila dicermati rangkaian video mulai dari kesalahan membaca naskah teks Pancasila hingga wacana memindahkan urutan sila Pancasila, dapat terlihat dengan jelas, ada keinginan Gubernur untuk memindahkan Sila ke lima menjadi sila kedua. Alasannya karena terlalu jauh.

“Itu alasan yang tidak masuk di akal, apalagi ingin mengutak atik urutan Sila Pancasila dengan kondisi bangsa yang sekarang ini, ” kata Syamsul.

Ia mengatakan, secara luas Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia adalah visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah terwujudnya kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan, berkerakyatan serta menjunjung tinggi nilai keadilan.

Statement Gubernur tentang kesalahan membaca naskah teks Pancasila serta ingin mendekatkan sila ke lima dengan sila pertama di nilai konyol. Akibat dari statement Gubernur beberapa waktu lalu sempat menjadi viral sebagai rakyat Sulbar kita tentu malu atas kejadian ini.

Syamsul mengatakan, bayangkan saja, di media sosial ada ratusan ribu dan mungkin jutaan orang yang mencemooh daerah ini, kita sebagai anak muda Sulbar tentu sangat malu.

” Jika benar Gubernur memiliki niat demikian maka penegak hukum harus bertindak, bila perlu tangkap,” ungkap Syamsul.

Perlu diketahui, Pemerintah saat ini sangat fokus untuk merawat Pancasila sebagai ideologi bangsa. Itu dibuktikan dengan pemberian alokasi anggaran bernilai trilyuan rupiah untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan.

“Ada jutaan, trilyunan uang Negara yang dikeluarkan untuk sosialisasi empat pilar kebangsaan. Itu penanda bahwa betapa pentingnya Pancasila untuk disosialisasikan kepada generasi muda selaku generasi emas pelanjut estapet pembangunan bangsa dimasa depan,” terang Syamsul Samad.

Menurutnya, beberapa hari yang lalu, melalui Sekprov. Sulbar Ismail Zainuddin melakukan klarifikasi atas kesalahan yang dilakukan Gubernur dalam membaca naskah teks Pancasila, kata Ismail, hal itu diluar unsur kesengajaan dan kita sebagai rakyat Sulbar menerima klarifikasi itu dengan akal sehat. Namun kembali lagi beredar video dimana seorang Gubernur akan mengubah urutan sila dan ini sangat fatal.

(maman)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...