364 Usulan Musrenbang Tingkat Kecamatan di Majene Tak Lolos Verifikasi

0
96

Mapos, Majene — Sedikitnya 364 usulan masyarakat melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa hingga kecamatan tak lolos verifikasi.

Hal ini terungkap dalam Musrenbang Tingkat Kabupaten Majene di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Rabu (31/03/2021).

Acara yang dibuka Bupati Majene, Lukman Nurman ini dihadiri oleh Ketua DPRD Majene, Pj Sekda Majene, Suyuti Marzuki (zoom meeting), Wakil Bupati Majee terpilih Arismunandar by zoom meeting, para  Staf Ahli, Asisten,  Pimpinan OPD, para Kabag Setda dan Camat.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Selain menyampaikan isu-isu strategis pembangunan 2022, Kepala Bapeda Majene Andi Adlina Basharoe juga menyampaikan hasil Rekap  Murenbang Kecamatan yang diterima per OPD .

“Jumlah usulan yang masuk sebanyak 541, namun yang diterima atau hasil verifikasi sebanyak 177 kegiatan atau senilai Rp 152.378.840.000. Salah satu faktor belum terakomodirnya kegiatan usulan tersebut karena belum memenuhi syarat, misalnya, untuk pembangunan sekolah, karena tidak ada bukti kepemilikan tanah berupa sertifikat sehingga usulan tersebut gugur dengan sendirinya, semoga  perecanaan kedepan semua persyaratan bisa dipenuhi dan semua kegiatan prioritas bisa tercover,” jelasnya.

Pada tempat sama, Ketua DPRD Kabupaten Majene Salmawati Djamado menyebutkan,  pelaksanaan proses reses di semua tingkatan telah dilaksanakan para anggota dewan.

Ada beberapa yang menjadi masukan kepada Pemerintah Majene seperti tata kelola pelayanan publik yang menyentuh masyarakat khususnya di era pandemi Covid 19.

“Hal tersebut sekaligus pekerjaan rumah yang penting untuk diselesaikan, pelayanan publik di bidang kesehaan, administrasi kedendudkan dan pendidikan pasca program nasional juga peningkatan PAD di Majene,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Majene Lukman menyemangati para pimpinan OPD. Ditengah refocusing anggaran kata Lukman, untuk membiaya seluruh pengeluaran beserta kebutuhan tidak akan mampu ditutupi oleh APBD.

Untuk itu ia berharap para pimpinan OPD dan jajarannya supaya bersikap profesional membuka link dengan pemerintah pusat agar ada bantuan masuk ke Majene. “Apapun yang kita rasakan hingga kini kita harus optimis,  masih ada aliran dana lain, saya minta silahkan berkomunikasi ke kemterian masing-masing,” tegas Lukman.

Ia berpesan kepada OPD terkait agar memperhatikan penataan kota Majene.  “Jangan dibiarkan begitu saja karena akan menjadi budaya pembiaran,” terang Lukman.

Ia mencotohkan di sekitar stadion depan SMP ada semi bangunan yang berdiri akan menjadi paten jika tidak ada upaya untuk menertibkan. “Sayangi daerah kita. Majene sudah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata, orang datang ke Majene untuk menghibur diri, jangan sampai mereka pulang justru bertambah penat,” ujarnya.

Lukman menekankan agar tidak bersikap apatis dengan pelaksanaan Mesrembang ini. “Semangat dan  kesakralannya harus di jaga, karena Musrembang menjadi jembatan untuk  mendapat perhatian khusus dari Pemerintah pusat dan provinsi. Sebagus apapun usulan kita, tetap tidak akan dianggap jika tidak melalui musrembang,” katanya.

Usai sambutan Bupati Majene, dilanjutkan dengan penyerahan pokok-pokok pikiran oleh Ketua DPRD Majene kepada Bupati Majene.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.