3 Hari DPO, Pelaku Penganiayaan Berhasil Dibekuk Di Palu

Pelaku Penganiayaan berhasil dibekuk di Palu, Sulteng

Pelaku Penganiayaan berhasil dibekuk Tim Resmob Polres Mamuju dan Polda Sulbar di Palu, Sulteng

Mapos. Mamuju – Pelaku penganiayaan terhadap Haeruddin (59) di Dusun Dadeko, Desa Kalepu Kecamatan Tommo beberapa waktu lalu, berhasil dibekuk Tim Resmob Polres Mamuju bersama Tim Resmob Polda Sulbar. Pelaku diringkus di Kota Palu Sulteng sekira pukul 23.00 WITA. Senin (25/09/2017).

Sesuai perintah Kapolres Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan memerintahkan Kasat Reskrim AKP Jamaluddin untuk menindak lanjuti penanganan dan pengungkapan kasus penganiayaan terhadap Haeruddin.

Penangkapan yang dipimpin langsung oleh AKP M. Nur Makmur SIK Resmob Polda Sulbar bersama Kanit Resmob Polres Mamuju Bripka Syamsul alam bersama 7 personil dengan di backup oleh tim resmob polda sulbar langsung melakukan pengejaran kepada pelaku penganiayaan.

Pelaku Pemganiayaan berhasil dibekuk diatas Kapal Wani Pelabuhan Donggala Palu, Sulteng

Pelaku Pemganiayaan berhasil dibekuk diatas Kapal Wani Pelabuhan Donggala Palu, Sulteng

Pelaku berhasil dibekuk diatas kapal Wani Pelabuhan Rakyat di Donggala Palu, Sulawesi Tengah, rencananya pelaku akan menuju ke Brau, Pulau Kalimantan, ujar Kapolres Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan

Usai dibekuk di Palu, pelaku langsung digiring ke Polres Mamuju untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Pelaku yang kami tangkap berinisial BA merupakan tersangka penganiayaan 170 (KUHP) dengan korban atas nama Haeruddin,” ujar Muh. Mohammad Rivai Arvan.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj. Mashura membenarkan penangkapan pelaku penganiayaan tersebut di Palu, Sulteng.

Ia menyampaikan, Setelah melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan,  tim mendapat informasi bahwa pelaku BA melarikan diri ke arah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dan berniat akan menyebrang ke Pulau Kalimatan.

Pelaku Penganiayaan Inisial BA

Pelaku Penganiayaan Inisial BA

Setelah dilakukan pengintaian oleh Tim Resmob Polda Sulbar dan Resmob Polres Mamuju di pelabuhan Wani Kabupaten Donggala, Prov. Sulawesi tengah Tim mendapati pelaku BA sedang berada diatas Kapal pemuat barang dengan tujuan ke Pulau Kalimantan, ujar Mashura.

Kemudian dilakukan penangkapan oleh Tim Resmob Polda Sulbar dan Resmob Polres Mamuju, selanjutnya pelaku digiring ke Polres Palu untuk dilakukan interogasi, tutur Mashura.

Dari hasil interogasi, pelaku BA mengakui telah melakukan penganiayan terhadap korban Haeruddin dengan menggunakan Parang dan mengambil handphone milik Korban, selanjutnya pelaku BA dibawa menuju ke Polres Mamuju Polda Sulbar untuk dilakukan pengembangan pencarian barang bukti, tutup Mashura.

Sebelumnya, Kasus penganiayaan yang dilakukan BA (30) terhadap warga Dusun kampung Jati Kecamatan Kalukku, Haeruddin (59) pada jumat, 22 September 2017 malam, pukul 19.00 WITA. Hingga Sabtu (22/09/2017), Polsek Sampaga belum berhasil mengungkap motif dan belum menangkap pelaku penyerangan.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj. Mashura mengatakan, jajaran Polsek Sampaga masih terus bekerja mencari pelaku penyerangan.

“Sampai saat ini, kondisi Haeruddin masih dalam perawatan, polisi belum bisa menggali keterangan lebih dalam dari korban. Dia masih butuh perawatan untuk memulihkan kondisinya,” kata Mashura.

Menurut Mashura, anggota Polsek Sampaga dan jajarannya sudah disebar untuk memburu pelaku. Selain itu, polisi juga mencari keterangan lain dari saksi pada warga di sekitar lokasi kejadian.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelakunya bisa ditangkap dan kasus ini terungkap,” ujar Mashura.

Kronologis, sekitar pukul 15.00 WITA Haeruddin (korban) menjemput Agus (pelaku) dari kota Mamuju menuju ke Tarailu. Sesampainya di Taraiu pelaku kemudian meminta di antarkan ke Dusun Dadeko, setelah sampai di Dusun tersebut, pelaku masuk kerumah yang diduga kosong, beberapa menit kemudian pelaku keluar sambil membawa parang, tiba-tiba pelaku langsung menyerang dan memparangi korban.

Usai melakukan penyerangan, pelaku langsung kabur, dan adapun ciri-ciri pelaku, tinggi kurus, rambut pendek, tutur Mashura.

Dari kejadian itu, korban mengalami luka robek pada lengan kanan, luka robek pada punggung tangan kanan, luka robek pada kepala, luka robek pada telinga.

Kini korban sementara dalam perawatan di Puskesmas Sampaga Tarailu.

Adapun kerugian yang dialami korban berupa Handphone (Hp) komek-komek serta barang bukti milik korban berupa 1 buah sepeda motor sementara dititipkan di Polsek Sampaga.

(usman)