10 Tahun Hindari Hukum, Koruptor Kredit Fiktif Ini Akhirnya Tetap Masuk Bui

Gambar 10 Tahun Hindari Hukum, Koruptor Kredit Fiktif Ini Akhirnya Tetap Masuk Bui

Mapos, Mamuju – Terpidana Korupsi, Andi Maparampeng Gani alias Ampeng, yang hampir 10 tahun masuk dalam Daftar Pecarian Orang (DPO) oleh Sulbar, ditangkap di rumahnya, Mibghu (30/08/2020) sekitar pukul 21.00 Wita. . Terpidana kasuskredit BPD fiktif senilai Rp41 Miliar ini bersembunyi di Agro Baras, Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu.

Penangkapan terpidana dilakukan oleh tim gabungan Intelijen Kejati Sulbar dan Kejari Pasangkayu dengan bantuan Polsek Baras.

Asintel Kejati Sulbar Irfan D. Samosir, mengatakan, penangkapan terpidana setelah namanya masuk dalam daftar terpidana tindak pidana kasus Tipikor pada pemberian fasilitas kredit dalam bentuk kredit modal kerjasama kontruksi di BPD Pasangkayu tahun 2006-2007. Dengan kerugian negara sebesar Rp41 Miliar.

Diungkapkan, perkara ini, sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI dengan nomor 185 K / Pid. Sus / 2009 tanggal 10 Juni 2010.

”Kami jemput di rumahnya tanpa ada perlawanan bersama tim gabungan. Ada Kajari Pasangkayu dan di back up pengamanan anggota Polsek Baras, ” katanya. Senin (31/08/2020).

Terpidana, lanjut Irfan, berjumlah sembilan orang. Semuanya sudah ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

Untuk terpidana Andi Maparampeng Gani, memiliki vonis penjaran empat tahun penjara. Dan selama ini terpidana DPO selama 10 tahun lebih oleh Kejati Sulbar.

”Kasasinya diterima oleh Mahkamah Agung dan semua terpidana diperintahkan untuk di eksekusi. Untuk terpidana Andi Maparampeng Gani alias Ampeng, divonis empat tahun penjara dan sudah 10 tahun diluar bebas. Seandainya dijalani kemarin, mungkin terpidana ini sudah lama bebas,“ jelas Irfan.

Dilansir pojokcelebes.com, terpidana Andi Maparampeng Gani kembali menggunakan rompi orange. Sekitar pukul 09.00 pagi tadi, terlihat masih menunggu di ruangan Wakajati Sulbar dengan didampingi kuasa hukumnnya Andi Toba, SH.

Tepat pukul 11.00 Wita, setelah penyelesaian adminstrasi, dia dijemput menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Mamuju dan langsung dijebloskan ke Rutan Mamuju.

(*)

Baca Juga