Waspadalah..! Lagi Maling Beraksi di SMP Negeri 3 Majene

0
86

Mapos, Majene – Maling kembali melakukan aksinya disekolah-sekolah. Kali ini yang disatroni adalah SMP Negeri 3 Majene di Lingkungan Kampung Baru Kelurahan Labuang Utara Kecamatan Banggae Timur Jum’at (25/5/2018) dini hari kemarin.

Keterangan di tempat kejadian peristiwa (TKP) menyebutkan, hilangnya empat buah laptop inventaris milik sekolah baru disadari oleh M Rivai – cleaning service SMP Negeri 3 Majene ketika hendak membersihkan sekolah sekitar pukul 05.20 Wita.

Saat membersihkan, Rivai mendapati pintu ruangan ada yang tidak tertutup rapat dan dia menemukan satu unit laptop di pagar samping sekolah dalam kondisi rusak. Diduga laptop tersebut jatuh saat pencuri hendak lari melalui pagar sekolah.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Melihat ada kejanggalan, Rivai bersama Firman yang tak lain penjaga sekolah langsung melakukan pengecekan keliling sekolah.

Dalam pengecekan itu, keduanya mendapati sejumlah lemari, laci dan berkas berhamburan di dalam ruangan.

Belakangan diketahui bahwa ada sejumlah barang inventaris hilang yaitu 1 (satu) unit LCD Merk Ben Q warna hitam, 1 (satu) laptop merek Sony warna hitam – namun laptop tersebut ditemukan dalam keadaan rusak disamping pagar tembok sekolah, 2 (dua) unit laptop merek Lenovo 14 inci masing-masing warna hitam, 1 (satu) unit laptop merek Acer 12 inci warna hitam, dan1 (satu) laptop merek Acer 14 inci.

Dari pengakuan Firman, dirinya tidak mengetahui pasti kejadian itu, dengan alasan bahwa dia pada Kamis malam tidak berjaga di sekolah dikarenakan kurang fit.

Sementara Kepala SMP Negeri 3 Muhammad Amin mengatakan, kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp52 juta.

Disayangkan oleh Muhammad Amin lantaran laptop yang dicuri berisikan data pokok pendidikan (Dapokdik).

“Kita dipusingkan dengan data yang hilang karena data itu sangat penting. Belum lagi berkas-berkas penting sekolah lainnya seperti kartu rekening juga berhamburan keluar ruangan,” kata Muhammad Amin.

Ipda Ashari – Kepala SPKT Polres Majene dikonfirmasi terpisah mengatakan, kasus ini sementara masih dalam penyelidikan.

“Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk Satpam dan kepala sekolah,” katanya.

Selain itu, tim Inavis Polres Majene diterjunkan memeriksa sidik jari pelaku yang tertinggal.

Dugaan sementara maling memasuki kawasan sekolah melalui pagar samping. Kemudian pintu kantor dicungkil dari bagian atas.

Kasat Reskrim Polres Majene di konfirmasi Sabtu (26/5/2018) membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan.

(Ipunk)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.