Warga Mamuju Beli Narkoba di Polman, Ditangkap di Majene

  • 8 Mei 2020
  • Hukum
  • R Fajar Soenoe
  • 828
Gambar Warga Mamuju Beli Narkoba di Polman, Ditangkap di Majene

Mapos, Majene — Dua orang warga Lingkungan Tampa Padang, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju masing-masing MD (22) dan MA (22) tak berkutik ketika ditangkap di Posko Penangan Covid-19 Kabupaten Majene, Jum’at (1/5/2020) pekan lalu.

Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji didampingi Kasat Res Narkoba Polres Majene, AKP Muh Iksan, Jum’at (8/05/2020) mengatakan, keduanya ditangkap berdasarkan laporan masyarakat yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/A/14 /V/2020/Polda Sulbar/Res Mjn/SPKT, tanggal 01 Mei 2020.

Dikatakan, usai petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Majene mendapat laporan masyarakat bahwa ada mobil merek Avansa wamah putih yang dicurigai membawa narkotika jenis sabu yang akan melintas dari arah Kabupaten Polman menuju Kabupaten Mamuju, petugas segera berjaga-jaga di Depan Kantor Perhubungan Kabupaten Majene, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

“Betul, sekitar pukul 21.30 Wita, kedua tersangka singgah di Posko. Dan khusus kendaraan yang kita curigai, kita lakukan pemeriksaan secara utuh dan detail. Hasilnya, kita menemukan dua sachet plastik bening yang diduga paket narkotika jenis sabu,” ungkap AKBP Irawan Banuaji.

Karena pelaku diduga melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman, kata AKBP Irawan Banuaji, dipidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

“Dan percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekusor narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 112, pelakunya dipidana penjara yang sama sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasaI-pasal tersebut, sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 Ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ungkap Irawan Banuaji.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan sementara dari labfor, dua sachet plastik berisikan kristal bening dengan berat netto: 0,1780 gram, berdasarkan uji pendahuluan positif narkotika dan uji konfirmasi positif metafetamina.

“Tes urine atas kedua tersangka juga positif menggunakan narkotika mengandung metafetamina,” tambah Irawan Banuaji.

Disinggung apakah keduanya hanya sebagai pemakai atau bahkan kemungkinan sebagai pengedar, Irawan Banuaji mengatakan, pihaknya tengah mendalami kemungkinannya.

“Kita masih mendalami, apakah mereka sebagai pengedar atau hanya sebagai pemakai,” pungkasnya.

(ipunk)