Warga Diminta Dukung Kampung Tangguh

  • 6 Jul 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 273
Gambar Warga Diminta Dukung Kampung Tangguh

Mapos, Majene — Menyiasati kemungkinan krisis pangan di tengah pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya memanfaatkan potensi lahan yang ada.

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distankbun) Kabupaten Majene Muh Syafei, pekan lalu, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk di masa pandemi Covid-19, pemerintah melalui Polri membuat program yang dinamakan Kampung Tangguh.

“Kampung Tangguh digagas melalui Polri. Dan oleh Distanakbun sebagai instansi pendukung turut menyiapkan berbagai kebutuhan tanaman hingga pupuk,” sebut Muh Suafei.

Dikatakan, Polri melalui Polres Majene telah menyiapkan Kampung Tangguh di Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae sebagai kebun percontohan.

Dikatakan, sebagai instansi pendukung, Dinas Pertanian secara total memberikan bantuan pupuk dan bibit termasuk mengolah tanah yang tidak produktif menjadi produktif.

Menurut Syafei, Kampung Tangguh dibuat dengan maksud supaya masyarakat juga ambil bagian dan mengambil contoh bagaimana mengolah lahan tidak produktif menjadi produktif.

“Maksudnya agar menjadi stimulan bagi masyarakat supaya turut memanfaatkan lahan milik mereka di tengah krisis akibat Covid-19,” ungkap Syafei.

Lebih jauh kata dia, Distanakbun harus berkontribusi dalam menyukseskan Kampung Tangguh antara lain memberikan pendampingan tehnis oleh penyuluh pertanian serta memberi bantuan bibit sayuran.

“Kita sudah melakukan kegiatan disana sejak beberapa minggu lalu. Tanaman kangkung, tomat, terong, sawi, kacang hijau dan cabe sudah disemai semua. Tinggal tunggu peresmian dari pihak kepolisian,” ujar Syafei.

Dia berharap agar masyarakat turut mendukung dan ambil bagian dalam program ini karena banyak manfaat yang akan didapat.

Ia memberi contoh, kangkung cabut misalnya hanya butuh 2,5 bulan saja sudah bisa dipanen.

‘”Artinya, selain dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, juga bisa menjadi tambahan penghasilan di keluarga jika diproduksi secara banyak,” sebut Syafei seraya mengajak masyarakat memanfaatkan lahan tidur mereka menjadi lahan produktif.

(ipunk)