Waduh.. Disdikpora Mamuju Larang Puluhan Murid SD Sama Belajar

Gambar Waduh.. Disdikpora Mamuju Larang Puluhan Murid SD Sama Belajar

Mapos, Mamuju – Proses belajar mengajar puluhan murid SD Sama yang ikut mengungsi bersama orang tuanya di Dusun Gentungan, Kalukku harus kandas, lantaran adanya larangan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju, Sulbar.

Entah dengan dasar apa hingga Disdikpora Mamuju menghentikan proses belajar tersebut.

Ditemui di lokasi pengungsian, seorang guru SD Sama, Suardi membeberkan, proses belajar mengajar dihetikan lantaran ada permintaan dari Disdikpora Mamuju.

Menurut Suardi, pada hal, proses belajar mengajar di SD darurat yang dibuat disamping pemgungsian itu telah berlangsung selama satu bulan.

“Puluhan anak-anak sempat belajar lebih dari satu bulan disini (SD darurat), tiba-tiba pihak pihak Disdikpora datang dan meminta agar kegiatan belajar mengajar itu dihentikan sementara, karena dilarang Bupati,” kata Suardi saat ditemui di lokasi pengungsian, Senin (15/4/2019).

“Mau tidak mau, ya kami hentikan dan pihak Disdikpora Mamuju berjanji akan menitipkan anak-anak serta mengantar jemput mereka, tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada kejelasan dan sudah dua minggu anak-anak tidak belajar,” sambung Suardi.

Sedangkan para orang tua murid tambah Suardi, telah mendesak agar proses belajar mengajar kembali dibuka di lokasi pengungsian agar anak-anak tidak ketinggalam pelajaran. Apalagi saat ini terdapat sembilan murid kelas enam yang pada 21 April 2019 akan mengikuti ujian nasional.

“Anak-anak disini sudah dua minggu tidak belajar, janji dari Disdikpora Mamuju sampai saat ini belum dibuktikan sedangkan orang tua siswa mendesak agar sekolah darurat kembali dibuka,” terang Suardi.

“Kami sangat sayangksn kalau anak-anak tidak bersekolah lagi, apalgi enam anak murid akan menghadapi ujian nasional sementara persiapan tidak ada,” tambah Suardi.

Suardi menjelaskan, ada 63 murid SD Sama yang ikut bersama orang tuanya mengungsi, sembilan diantaranya murid kelas enam dan sebanyak 59 kepala keluarga (KK) atau sekitar 273 jiwa yang didominasi anak-anak dan perempuan mengungsi dari rumah-rumah mereka di Dusun Sama karena khawatir akan terjadi longsor, pascabanjir bandang menerjang kawasan itu.

(Usman)

Baca Juga