Wabup Majene : Tenaga Pendidik adalah Garda Terdepan di Masyarakat

  • 27 Agu 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 250
Gambar Wabup Majene :  Tenaga Pendidik adalah Garda Terdepan di Masyarakat

Mapos, Majene — Tenaga Pendidik harus selalu menjadi contoh dan panutan Tut Wuri Handayani, serta sebagai garda terdepan di masyarakar.

“Kta harus mampu menjadi pendorong dalam menerapkan empat pilar kebangsaan dimanapun berada,” sebut Wakil Bupati Majene, Lukman Nurman dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bekerjasama dengan PGRI Kecamatan Banggae Timur dan Kalangan Pendidik di Aula Tammajarra Gedung LPMP Sulbar Kabupaten Majene, Kamis (27/08/2020).

Dikatakan, peserta sosialisasi sudah sangat paham dan tidak asing lagi dengan empat pilar kebangsaan, olehnya itu Lukman berharap melalui sosialisasi yang tengah berlangsung para peserta akan melakukan sharing informasi dan saling mengingatkan dengan kedua Anggota MPR RI yang hadir.

“Selaku Pemerintah Kabupaten Majene, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua Bapak Anggota MPR RI yang telah berkenan hadir di Majene guna berbagi ilmu kepada saudara-saudara kami, dan kami juga berharap bila nanti ada yang disampaikan oleh mereka dapat kiranya disuarakan sampai ke Pemerintah Pusat,” ucap Lukman Nurman.

Lebih jauh kata dia, sekiranya ada penerimaan tenaga pendidik atau guru ASN di Kabupaten Majene, maka dia berharap yang diprioritaskan adalah para guru kontrak yang selama ini mengabdi di sekolah-sekolah, disamping tetap menambahkan formasi penerimaan guru yang mempunyai keahlian khusus.

Pada tempat sama, Sekretaris PGRI Kecamatan Banggae Timur selaku panitia pelaksana, Nurdin, S. Pd, M. Pd, dalam laporannya mengatakan, pihaknya memohon kepada kedua anggota MPR RI yang hadir agar dapat memperhatikan penerimaan tenaga guru yang ada di Kabupaten Majene, karena setiap tahunnya ada puluhan guru yang pensiun, sehingga tidak seimbang dengan jumlah guru yang diterima sebagai PNS.

“Dikhawatirkan kedepannya akan terjadi lost tenaga pendidik,” ungkap Nurdin.

Ia juga menyampaikan bahwa sedianya daya tampung dari Aula Tammajarra bisa sampai 500 orang, namun karena kondisi pandemi Covid’19 maka jumlah yang hadir dibatasi, setiap yang masuk diwajibkan menggunakan masker, cuci tangan dengan hand sanitizer dan pemeriksaan suhu tubuh.

Acara dilanjutkan dengan paparan sosialisasi empat pilar yang dipandu oleh moderator yang tak lain Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, Syamsu Rais.

Dua Anggota MPR RI sebagai pemateri dalam acara itu ialah M. Ajbar (Perwakilan Sulbar) dan Ir. Stefanus B.A.N. Liow (Perwakilan Sulawesi Utara).

Sebelum acara ditutup, Ajbar sangat mengapreseasi Pemerintah Kabupaten Majene karena telah mengeluarkan BLT yang bersumber dari APBD untuk dibagikan kepada warga Majene, dimana di kabupaten lain dalam wilayah Sulbar tidak ada yang melakukan hal yang sama.

“Majene tak akan pernah saya lupakan, karena disinilah lumbung kedua perolehan suara saya setelah Kabupaten Polman,” tutupnya.

(*)