Wabup Majene Buka Pembekalan Peserta Wirausaha Baru di Labuang

  • 22 Sep 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 259
Gambar Wabup Majene Buka Pembekalan Peserta Wirausaha Baru di Labuang

Mapos, Majene — Guna memberi peluang usaha dan meminmalisir pengangguran di Kabupaten Majene, pemerintah setempat membuat kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Wirausaha Pemula di Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Selasa (22/09/2020).

Program Kegiatan Penciptaan Wirausaha Baru Melalui Tenaga Kerja Mandiri (TKM) ini digagas oleh

Dirjen Binapenta Kemeneker RI melalui Disnakertrans Kabupaten Majene.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Majene, Hj Hamsinah, SE, MM dalam laporannya mengatakan, peserta terdiri dari

20 orang dan dibagi atas 3 kelompok.

“Peserta merupkan warga Kelurahan Labuang. Lama pelaksnaan kegiatan 3 hari, meliputi teori dan praktik di BLK Majene untuk bagian las,” urai Hamsinah.

Manfaat kegiatan ini katanya adalah mengurangi pengangguran.

“Kita berikan fasilitasi berupa barang dan alat. Sasarannya ialah tenaga kerja wirausaha pemula. Pada tahun 2020 ini akan ada pelatihan kewirausahaan pemula. Kegiatan seperti ini akan terus berlanjut dari tahun ke tahun,” ungkap Hamsinah.

Ia mengurai daftar barang yang diserahkan dalam kegiatan pembekalan kewirausahaan ada 7 paket dan 21 kelompok yang dibantu oleh Pemda Majene.

Kelompok dibagi perbidang yaitu, 8 orang di Bidang Perbengkelan, 5 orang di Bidang Usaha Menjahit  dan 7 orang Bidang Tata Boga.

“Untuk pembekalan menjahit barang yang diberikan berupa mesin jahit putih dan manual dan separangkat alat menjahit. Pembekalan Tata Boga diberikan barang mulai dari kompor gas, oven, peralatan dan seperangkat alat membuat kue. Sedangkan Pembekalan Perbengkelan, peralatan yang diberikan berupa mesin pemotong besi, mesin las listrik, bor tangan listrik, gerinda dan bor duduk,” ucap Hamsinah.

Wakil Bupati Majene, Lukman Nurman dalam sambutannya mengatakan, dirinya teringat masa lalu ketika dia pernah ikut dalam acara yang sama.

“Pada saat saya tamat SMA tahun 80 an, saya mengikuti pelatihan sampai 6 bulan di Kabupaten Maros, ambil jurusan bengkel motor. Jadi kalau ada yang rusak motornya, bisa bawa ke rumah saya untuk saya perbaiki,” canda Lukman.

Dikatakan, peserta yang ikut ialah orang yang sudah siap bekerja, walau hanya 3 hari.

“Hari ini kita harus mampu memiliki daya saing atau keterampilan, karena bila itu tidak dimiliki, maka kita akan ketinggalan. Tukang itu adalah pekerjaan yang mulia, karena tidak semua sanggup menjalani, karena bukan hanya insentif yang didapatkan, tapi juga ada pahala di dalamnya. Saya berharap kedepannya para peserta pelatihan ini akan ikhlas menjalani profesinya,” sebut Lukman Nurman.

Ia juga minta supaya barang atau peralatan yang diterima oleh peserta tetap dipelihara dan dirawat untuk kebutuhan mencari nafkah.

“Saya berharap mereka terdaftar di Nakertrans untuk dapat dikembangkan lebih baik lagi kedepannya, dan Insyaa Allah pada tahun 2021 nanti akan ada pelatihan lebih lanjut di BLK Majene, dan bila ada permintaan tenaga kerja dari daerah luar, mereka inilah yang akan diikutkan,” janji Lukman sembari menambahkan agar tetap ada kerjasama yang baik dengan pihak Disnakertrans Kabupaten Majene untuk program lanjutan.

(*)