Wabup Majene Bahas Perkembangan Covid-19 dalam Teleconference

  • 20 Apr 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 286
Gambar Wabup Majene Bahas Perkembangan Covid-19 dalam Teleconference

Mapos, Majene — Pemerintah Povinsi Sulbar selalu memantau perkembangan pandemi Covid-19 di daerah-daerah, apakah ada perkembangan baru atau tidak.

Wakil Bupati Majene Lukman Nurman dalam teleconference by zoom bersama Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal dan otoritas terkait lainnya, Senin (20/04/2020) mengatakan, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Majene berjumlah 4 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 158 orang, proses pemantauan 17 orang dan selesai 141 orang. PDP 3 orang, proses pemantauan 1 orang dan 2 orang dinyatakan selesai. Konfirmasi laboratorium 1 orang, selesai 1 orang.

“Sejauh ini tidak ada masalah yang berarti di Kabupaten Majene,” terang Lukman.

Dikatakan, mengingat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majene ketat dalam melakukan pengawasan seperti pelaksanaan karantina di LPMP Sulbar, pengawasan di perbatasan, pembagian sembako termasuk edukasi kepada masyarakat.

“Kami berharap pemerintah Provinsi Sulbar terus memberikan petunjuk untuk kedepannya termasuk bantuan yang dibutuhkan masyarakat. Pengawasan melekat dari tim gugus kerja, tidak ada perkembangan berarti jika tanpa dukungan pemerintah provinsi,” ucapnya.

Zoom meeting turut dihadiri, Sekprov Sulbar, Idris DP, Ketua DPRD Sulbar, Kejati Sulbar, Kapolda Sulbar, Bupati Mamasa, Bupati Pasangkayu, Perwakilan Bupati Mamuju, Mateng, dan Kadis Kesehatan Polman.

Sementara itu Kejati Sulbar Darmawel berharap agar Pemda melakukan antisipasi sebab kedepan akan banyak sumbangan bansos baik itu sembako atau BLT.

“Dalam hal ini, teknis pengalokasian yang mengedepankan physical distancing. Pihak Kejaksaan akan memantau proses recofusing anggaran dan telah berkoordinasi dengan BPKP Sulbar dan  Inpektorat. Jangan sampai ada orang yang mencari keuntungan dalam situasi tersebut, kita sudah di instruksikan oleh Kejagung untuk mengawasi sesuai tupoksi kami,” ucapnya.

Pada kesempatan sama, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengingatkan setiap kepala daerah di Sulbar untuk terus bekerja serius dalam penangan Covid 19, khususnya mengedukasi masyarakat.

Ia menyebutkan, selain BLT dan Bansos akan disalurkan pada Juli 2020 mendatang, Pemprov Sulbar juga akan menyalurkan program Marasa di 190-200 desa di Sulawesi Barat.

(*)