Usai Debat, Pedukung Paslon di Majene Nyaris Bentrok

0
70

Mapos, Majene — Lantaran tidak komitmen dan patuh pada aturan tatalaksana dalam berPilkada Serentak 2020, pendukung  Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Majene nyaris bentrok di perempatan jalan ptotokol Majene-Mamuju – Battayang, Sabtu (28/11/2020).

Menurut pengakuan masyarakat di sekitar lokasi kejadian, Aco sebelum acara debat publik putaran kedua di Gedung LPMP Sulbar di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae, ada beberapa kendaraan roda empat jenis pick up lalu lalang dengan membawa massa.

“Massa pendukung Paslon 02, AST-ARIS itu beberapa kali bolak balik dengan membawa serta massa pendukung. Ada juga yang membawa speaker dengan hentakan musik keras layaknya ingin mengadakan demonstrasi,” kata Aco.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Bentrokan urung terjadi karena kesigapan para petugas keamanan yang sudah berjaga-jaga di permpatan jalan itu.

Diketahui sebelumnya, oleh Paslon nomor urut 02 juga pernah mengerahkan massa saat pencabutan nomor urut Paslon di KPU Majene beberapa waktu lalu.

“Ironinya, mereka tidak pernah mendapat tindakan dari aparat terkait. Padahal, sesuai dengan aturan Pilkada di masa pandemi Covid-19 disebutkan, tidak ada pengerahan massa dalam tahapan Pilkada Serentak 2020 dan jika ada pelangaran maka dapat dikenai sanksi pidana maupun denda,” kata salah seorang relawan Paslon Nomor Urut 01, Syamsuddin.

Syamsuddin yang akrab disapa Kades ini menyesalkan sikap Paslon nomor 2 AST-ARIS karena tidak mampu membendung massanya.

“Bagaimana bisa jadi pemimpin kalau massa saja dia tidak bisa bendung. Kan kita sudah disampaikan malam sebelumnya bahwa, pada debat publik putaran kedua tidak boleh ada pengerahan massa. Kami sangat menyesalkan adanya pengerahan massa yang dilakukan oleh Paslon nomor 2. Kalau kita (Paslon nomor 01) tidak taat aturan, kami juga bisa mengerahkan massa jauh melebihi mereka,” ucap Kades.

Menurut dia, sejak tahapan Pilkada Serentak 2020 berlangsung di Majene, dia bersama tim pemenangan Paslon 01 sudah diwanti-wanti agar tetap menjaga tata aturan dalam berPilkada dengan mengedepankan politik damai, aman dan santun.

“Justru kita selalu patuh. Kok malah pihak sebelah (Paslon 02) selalu melanggar dan tidak pernah kena sanksi oleh instansi terkait,” ungkap Kades.

Sayangnya Ketua Bawaslu Kabupaten Majene, Syofian Ali ketika dikonfirmasi tidak bersedia memberikan tanggapan.

“Maaf, saya tidak bisa memberikan komentar soal itu karena saya sementara di Jawa Tengah untuk urusan dinas. Silakan hubungi Kasi Penindakan Bawaslu Majene, Indriana,” katanya.

Indriana yang coba dihubungi terpisah juga tidak memberikan jawaban meski sudah di SMS dan ditelepon berkali-kali.

(ipunk)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.