TPID Gelar Pasar Murah Jelang Idul Fitry 1441 H

  • 19 Mei 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 173
Gambar TPID Gelar Pasar Murah Jelang Idul Fitry 1441 H

Mapos, Majene — Pemerintah terus berupaya meringankan beban masyarakat dengan berbagai cara. Salah satu cara yang kerap dilakukan adalah menggelar pasar murah.

Sejak pemerintahan Bupati Majene, Fahmi Massiara – Lukman, pasar murah terus dilakukan setiap jelang hari raya Idul Fitry.

Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pasar murah kali ini dilaksanakan di Kecamatan Pamboang, Selasa (19/05/2020).

Camat Pamboang, Albar Mustar Lazim berharap jumlah barang dalam pasar murah yang digelar di wilayahnya dapat ditambah. Alasannya, cukup banyak warga antusias membeli kupon.

“Saat ini yang dibagikan hanya 74 kupon dan hanya menjangkau 2 desa di Kecamatan Pamboang, sementara masih banyak warga desa lain berharap agar kena bagian,” kata Albar Mustar Lazim.

Sementara, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Majene, Busri mengatakan, pasar murah merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Diskoperindag Majene yang tergabung dalam TPID Majene.

“Seharusnya harga normal pasar, barang yang kita jual seharga Rp85 ribu, namun untuk pasar murah ini, kita hanya kasi Rp25 ribu. Jadi, ada selisih hingga Rp60 ribu setiap paketnya,” ungkap Busri.

Ia menguraikan, paket yang dijual terdiri dari, beras 5 Kg, minyak goreng merk Bimoli kemasan 1 liter, tepung terigu merk Gaot Kaca kemasan 1 kg1 dan gula pasir kemasan 1 Kg.

“Karena terbatasnya anggaran tersedia menyebabkan kami tidak dapat memperbanyak stok atau jumlah paket yang dijual,” kata Busri.

Pada kesempatan sama, Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, gelar pasar murah adalah kegiatan dalam rangka berbagi berkah antara Pemerintah Kabupaten Majene dengan warga Majene yang saat ini lebih banyak berdiam diri di rumah.

“Apalagi sekarang kita akan melaksanakan hari raya Idhul Fitri 1441 H. Inilah salah satu upaya pemerintah meringankan beban masyarakat. Diantara Ibu-Ibu yang hadir saat ini pasti sudah ada yang menerima berbagai bantuan dari Pemerintah, entah itu pemerintah pusat, provinsi maupun daerah itu sendiri. Mudah mudahan apa yang dilakukan pemerintah saat ini dapat menjadi berkah bagi warga di Kecamatan Pamboang,” kata Fahmi Massiara.

Dikatakan, dengan harga cukup miring yang ditawarkan adalah wujud peduli yang dilakukan oleh pemerintah.

“Inilah bentuk kepedulian kita kepada masyarakat meski jumlahnya tidak akan memenuhi semua permintaan. Tapi itulah kemampuan kita saat ini. Bila diibaratkan seorang pedagang maka tdk ada yang mau jual rugi, namun yang dilakukan pemerintah saat ini bisa dianggap penjual rugi. Tapi kita tidak berpikir untung ruginya, namun yang selalu dipikirkan oleh kami adalah bagaimana semua warga Majene tidak ada yang sampai kekurangan,” pungkas Fahmi Massiara.

(*)