Mapos, Mamuju – Tim Gabungan terdiri dari Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju dan Perum Bulog Cabang Mamuju melaksanakan pemantauan dan monitoring harga pangan di Pasar Baru Mamuju, Kamis (23/4/2026).
Pemantauan dan monitoring harga pangan bertujuan untuk mengendalikan inflasi daerah serta menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan strategis.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan ekonomi daerah, khususnya sektor pangan, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan harga serta ketersediaan sejumlah komoditas pangan strategis.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan harga pada komoditas beras dan minyak goreng premium yang dipengaruhi oleh pasokan yang belum stabil serta meningkatnya biaya distribusi.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga seperti bawang merah, telur ayam, daging ayam, ikan, dan cabai merah keriting. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan yang cukup serta distribusi yang berjalan lancar di pasaran.
Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan langkah strategis melalui penguatan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat telah berkoordinasi dengan Perum Bulog Cabang Mamuju untuk memaksimalkan penyediaan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita. Penyaluran dilakukan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) di pasar-pasar tradisional guna mengantisipasi kenaikan harga.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Sulawesi Barat tetap terjaga serta menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan strategis pengendalian inflasi ke depan.
(*)






