Ternyata Sutinah dan Ado Sama-sama Keluar dari Zona Nyaman

Gambar Ternyata Sutinah dan Ado Sama-sama Keluar dari Zona Nyaman

Mapos, Mamuju – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud, ternyata sama-sama keluar dari zona nyaman. Keduanya pun memiliki alasan kuat.

Dalam orasi politiknya, Minggu (09/08/2020), Sutinah Suhardi mengungkapkan bahwa dia memilih mundur dari ASN. Padahal jabatannya saat itu adalah Kepala Dinas Kopperindag Mamuju.

“Saya memilih maju di perhelatan Pilkada Mamuju 2020. Salah satunya alasannya adalah ingin melakukan pembenahan di sejumlah sektor yang secara faktawi sangat terpuruk. Keinginan untuk maju di Pilkada Mamuju sungguh adalah puncak dari sikap saya terhadap kemunduran pembangunan yang terjadi di Kabupaten Mamuju,” papar Sutinah.

Kemunduran yang dimaksud Sutinah adalah angka kemiskinan yang kian meningkat dan kualitas pendidikan yang kian menurun. Diperparah oleh indeks kesehatan di ibu kota Sulawesi Barat yang ikut terpuruk.

Tak hanya itu, Tina pun menyoroti pembangunan infrastruktur yang jauh dari harapan masyarakat. Kata Tina, banjir masih sering terjadi dan menjadi momok bagi masyarakat.

“Kembali saya tegaskan bahwa memilih untuk ikut dalam Pilkada ini, pilihan untuk  maju sebagai calon Bupati Mamuju sepenuhnya adalah buah dari kerisauan saya terhadap fakta pembangunan Mamuju dan masyarakatnya,” ungkapnya.

“Untuk itu saudara ku sekalian, berangkat dari semua fakta yang ada, maka kita akan hadir sebagai solusi bagi Mamuju. Kita akan mengurai penyebab meningkatnya angka kemiskinan, untuk kemudian melakukan intervensi program, sehingga angka kemiskinan terus berkurang,” imbuhnya.

Sementara Ado Mas’ud, menegaskan, akan mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Mamuju. Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mamuju menetapkan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju.

“Kita akan mundur dari jabatan DPRD. Beliau kepala dinas, saya anggota DPRD dan kami berdua bersepakat memilih untuk maju. Artinya, kami siap keluar dari zona nyaman,” tegasnya.

Mundur dari anggota DPRD, merupakan pilihan yang harus dilakukan untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat Mamuju yang lebih baik.

“Bahwa segala hal yang menjadi harapan dan mimpi yang diawal telah disampaikan Ibu Tina, adalah harapan dan mimpi yang akan diwujudkan bersama Tina-Ado. Adalah dua yang satu serupa, dwi tunggal. Yang tak akan tanggal untuk Mamuju yang lebih baik,” kata Ado.

Ado yang memulai orasi politik dengan pantun, menjelaskan alasannya berpasangan dengan Sutinah Suhardi di Pilkada Mamuju. Menurutnya, Tina punya kemampuan dalam mengelola pemerintahan.

“Ibu Tina ini adalah buah matang yang lahir dari seorang tokoh panutan kita bersama. Tokoh yang berhasil membawa Mamuju keluar dari status daerah tertinggal, tokoh yang berhasil menekan angka kemiskinan, tokoh yang menginisiasi gerakan kembali bersekolah dan beasiswa Manakarra, tokoh yang memulai pemberian layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Mamuju. Beliau adalah bapak Doktor Suhardi Duka,” paparnya.

“Satu hal yang paling penting untuk saya sampaikan bahwa Sutinah yang saya kenal sungguh mewarisi pemikiran besar SDK untuk membangun Mamuju,” sambungnya.

Ado memastikan telah mendapatkan restu dan mandat dukungan dari partai PDIP.  Ado sendiri merupakan anggota DPRD Kabupaten Mamuju dua periode dari partai besutan Megawati Soekarnoputri.

“Setelah melalui proses dan mekanisme internal PDI Perjuangan dan alhamdulillah telah mendapat restu dan mandat dari DPP PDI Perjuangan,” pungkasnya.

(*)

Baca Juga