Terduga Pelaku Penyiraman Bensin Terhadap Tiga Polisi di Cianjur Diamankan

  • 17 Agu 2019
  • Nasional
  • Sudirman Al Bukhori
  • 1215
Gambar Terduga Pelaku Penyiraman Bensin Terhadap Tiga Polisi di Cianjur Diamankan

Mapos, Cianjur – Polisi mengamankan sejumlah pendemo yang diduga melakukan penyiraman bensin yang mengakibatkan tiga polisi terbakar hidup-hidup di depan kantor Pemda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019).

Ketiga polisi yang mengalami luka bakar adalah Aiptu Erwin yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojongherang, Polsek Kota, Cianjur dan dua anggota Satuan Samapta Polres Cianjur, Bripda Yudi Muslim dan Bripda F.A Simbolon.

Awalnya, Organisasi Kelonpok Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus merupakan gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa dan pemuda diantaranya DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cabang Cianjur, HIMAT, CIF, DPC IMM Cianjur dan PD Hima Persis Cianjur berorasi menyampaikan tuntutannya di depan kantor DPRD. Sekitar pukul 11.00 Wita para pendemo melaksanakan longmarch menuju kantor Bupati Cianjur.

Kemudian sekitar pukul 12.30 WIB, massa aksi melakukan pemblokiran jalan di depan pintu masuk kantor Bupati Cianjur yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas disepanjang Jalan Siliwangi.

Sekitar pukul 13.00 WIB, massa aksi melakukan pembakaran ban sehingga mereka sempat dilarang oleh petugas kepolisian, akan tetapi massa semakin brutal. Saat itu, ada salah satu massa aksi yang menyiram bensin di sekitar ban, sehingga api menyambar tiga anggota kepolisian yang mencoba memadamkan api tersebut.

Adapun tuntutan aksi yang disampaikan pendemo, antara lain belum jelas arah 6 program strategis “Cianjur Jago”, belum tegaknya kesejahteraan rakyat Kabupaten Cianjur di bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup, minimnya lapangan pekerjaan dan belum terlaksananya reforma agraria sejati untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Pendemo menilai bahwa sampai saat ini belum tercipta kesejahteraan ekonomi rakyat di Kabupaten Cianjur, lalu terjadi kafitalisasi di sektor pendidikan sehingga belum terwujudnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kabupaten Cianjur dan yang terakhir adalah ketidakberpihakan Pemda Kabupaten Cianjur untuk kepentingan rakyat.

(*)

Baca Juga