Susi Susanti : Ini Olahraga, Erick Thohir : Perlu Cari Solusi

Gambar Susi Susanti : Ini Olahraga, Erick Thohir : Perlu Cari Solusi Foto : Ilustrasi audisi PB. Djarum

Mapos, Purwokerto

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Susy Susanti, angkat bicara soal penghentian event Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis yang diprakarsai PB Djarum mulai tahun depan,

“Pastinya bakat-bakat yang terjaring tidak akan sebanyak seperti sekarang dan tahun-tahun sebelumnya” kata Susy kepada awak media, Minggu (08/09/2019).

Susi Susanti

“Itu juga bisa menghambat pembinaan usia dini. Kita kan ada kategori usia dini (< 11 tahun), anak-anak (11-13 tahun), pemula (13-15 tahun), remaja (15-17 tahun), dan taruna (17-19 tahun),” ujar Susy.

Bahkan, menurut Susy, jika ajang pencarian bakat terhenti, maka dampaknya bisa sangat merugikan.

“Hal ini sebetulnya mereka hanya melihat di ‘atas’ nya saja. Tetapi jika, di bawah (pembinaan usia dini) itu kosong maka akibatnya bisa sampai putus satu generasi,” tutur Susy.

“Jika itu terjadi, kira-kira dalam kurun waktu 10 tahun, kita masih kesulitan untuk mencapai level atas lagi,” ucap Susy.

Secara tersirat, Susy juga menyayangkan pihak yang menyebutkan bahwa audisi PB Djarum merupakan bentuk eksploitasi anak.

“Ini bulu tangkis loh, ini olahraga, bukan hal yang negatif, kenapa tidak didukung? Apalagi, ini bisa menghadirkan prestasi untuk bangsa,” ucap Susy lagi.

Perbedaan pendapat yang terjadi antara Perhimpunan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum) dan Komisi Perlindungan Anak (KPAI) membuat Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir angkat bicara.

Erick mengaku prihatin dan ingin mencari jalan tengah atas perbedaan kedua lembaga yang sebenarnya ingin sama-sama membangun bangsa Indonesia ini.

Erick menilai, di satu sisi KPAI ingin memberikan perlindungan kepada anak. Namun, di sisi lain olahraga Indonesia saat ini masih sangat bergantung dari peran dunia usaha, dalam upaya membantu pembibitan atlet maupun prestasi olahraga Indonesia.

“Kami secara internal akan berdiskusi dan kemudian memanggil kedua pihak untuk duduk bersama. Karena sebenarnya, baik PB Djarum maupun KPAI memiliki tujuan yang sama, ingin membangun negara kita tercinta ini,” ucap Erick dalam rilis yang diterima VIVA.co.id, Minggu, 8 September 2019.

Ia juga mengatakan bahwa baik KPAI maupun PB Djarum merupakan dua lembaga yang sama-sama dibutuhkan untuk bangsa Indonesia.

“Oleh sebab, itu saya ingin kedua pihak duduk bersama sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk bangsa kita, khususnya dunia olahraga,” ujarnya.

Erick, yang juga merupakan anggota Dewan Olimpiade Dunia ini menambahkan, cabang olahraga bulu tangkis hingga saat ini termasuk satu dari sedikit cabang olahraga yang mampu menyumbang medali emas bagi Indonesia di kancah Olimpiade. Itulah sebabnya, ia ingin mencari solusi terbaik atas perbedaan pendapat yang saat ini terjadi.

“Saya ingin kita semua tidak terjebak dalam pemikiran yang berbeda tanpa adanya solusi untuk membangun bangsa Indonesia,” kata Erick.

Sebagai informasi, polemik ini terjadi karena KPAI menganggap PB.Djarum telah melakukan eksploitasi pada anak-anak dalam acara Audisi Djarum. Setelah KPAI beberapa kali melayangkan protes, baru-baru ini pihak Djarum mengatakan akan menghentikan  program pencarian bakat pemain bulu tangkis yang sudah digelar sejak tahun 2006 silam.

(*)

Sumber : kompas.com