Suraidah : Kenaikan BPJS Bebani Keuangan Daerah

Gambar Suraidah : Kenaikan BPJS Bebani Keuangan Daerah

Mapos, Mamuju – Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, sesalkan keputusan pemerintah pusat menaikkan iuran BPJS hingga seratus persen. Sebab menurutnya, kenaikan drastis itu sudah pasti berpengaruh pada beban ekonomi daerah.

“Yang paling menerima getahnya adalah daerah. Sebab kenaikan iuran itu pasti membebani ekonomi daerah. Pasti beban biaya daerah akan bertambah,” tuturnya, Rabu (30/10/2019).

Apalagi kondisi ekonomi Sulbar yang memang masih kecil. Meski secara persentase, pertumbuhannya signifikan.

“Selama ini pemerintah daerah ikut menanggulangi warga kurang mampu untuk membayar iuran BPJS. Dengan kenaikan iuran ini, tentu nominal subsidinya akan bertambah. Sementara PAD Sulbar kecil,” ungkapnya.

Tidak dipungkiri, kenaikan iuran BPJS tersebut akan menimbulkan reaksi dari masyarakat. Karena itu, dalam waktu dekat Suraidah akan duduk bersama eksekutif untuk mencari solusi.

“Rakyat pasti akan mengeluh. Karena itu kami akan duduk bersama dengan eksekutif. Satu sisi kami harus melayani rakyat dan sisi lain harus menyesuaikan keuangan daerah,” katanya.

Suraidah pun menyebutkan, di Sulbar belum ada sektor-sektor lain yang bisa menambah pemasukan keuangan daerah. Namun tetap diakui, pelayanan kesehatan masyarakat adalah soal sangat penting.

(*)

Baca Juga