Sudirman, Berijazah SD Menjadi Eksportir Briket ke 3 Negara

0
248

Mapos, Polewali – Briket atau tempurung kelapa merupakan salah satu usaha yang bisa mengangkat perekonomian, jika ditekuni dan mendapat dukungan. Itulah salah satu usaha yang dilakoni oleh Sudirman Abu, pemuda asal Desa Parappe, Kecamatan Campalagian menjadi menjadi exportir briket ke Jordania, Arab dan Mesir.

Sudirman, mengatakan, per harinya bisa memproduksi sebanyak 10 ton. Namun, karena peralatan yang masih minim, sehingga hanya mampu memproduksi briket rata-rata sebanyak 4 ton.

“Produksi pabrik kami bisa mencapai 10 ton per hari, namun dikarenakan beberapa kendala termasuk peralatan oven yang masih kurang, jadi per harinya hanya mampu memproduksi empat ton saja. Kalau sudah tambah oven sekitar tujuh unit, maka kita sudah bisa memproduksi 10 ton per harinya dan satu bulannya bisa mencapai 300 ton. Kendala kami ada pada peralatan oven yang sudah full. Dan ini yang kami harapkan adanya bantuan dari pemerintah,” papar Sudirman, Rabu (24/03/20021).

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Ia juga menyebutkan, saat ini Dubai dan Turki juga mengajukan permintaan. Namun kapasitas pabrik kecil sehingga belum bisa memenuhi permintaan mereka.

Dijelaskan, dalam proses produksi, bahan bakar yang digunakan berasal dari kayu limbah yang sudah tidak terpakai ditambah dengan sabut kelapa.

Sekedar diketahui, Sudirman Abu hanya lulusan SD yang berhasil menjadi eksportir dan mampu mempekerjakan sebanyak 217 karyawan.

Semangat usahanya membuat Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar berkunjung ke CV. Hikmah Surabaya Arang untuk melihat langsung aktivitas dan pengolahan briket di Dusun Pajjalungan, Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.

Ali Baal tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya pada Sudirman yang mampu mengolah limbah dari tempurung kelapa menjadi suatu produk yang sangat dibutuhkan di luar negeri. Salah satunya untuk komponen rokok sisha dan juga bahan pembakaran untuk memanggang makanan.

“Usaha yang bergerak sejak 2017 ini harus terus dibina dan dikembangkan. Apalagi di tengah pandemi covid-19 yang berdampak turunnya perekonomian di berbagai daerah. Usaha dan pabrik ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian Sulbar. Begitu juga dari segi serapan tenaga kerja,” katanya.

(farid)

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.