Suami Tikam Selingkuhan Istrinya di Polman

0
1769

Mapos, Mamuju – Syamsuddin alias Kunding (39) warga Desa Bonde Kecamatan Campalagian jatuh bersimbah darah setelah ditikam oleh tersangka Rz (32) warga Desa Botto Kecamatan Campalagian. Aksi perkelahian dan penikaman itu terrekam video dan viral.

Kasat Reskrim Polres Polman AKP Syaiful Isnaeni, mengungkapkan, penikaman terjadi pada hari Selasa tanggal 2 Februari 2021 sekitar pukul 18.05 Wita bertempat di Desa Pasar Panyingkul Desa Baru Kecamatan Luyo Kabupaten Polman.

“Tindak pidana penganiayaan menggunakan sebilah badik yang mengakibatkan korban meninggal,” tuturnya melalui WhatsApp Massanger Selasa (02/02/2021).

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Aparat gabungan Polres Polman dan Polsek Campalagian as kejadian tersebut gabungan Personil Polres Polman dan Polsek Campalagian mendatangi TKP untuk melakukan lidik pulbaket mengenai kejadian penganiayaan tersebut. Kemudian melakukan olah TKP dan identifikasi jenasah korban di kediamannya Dusun Baru Desa Baru Kecamatan Luyo.

Syaiful mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh bahwa pada saat pelaku melihat korban melintas di Jalam Poros Luyo, pelaku langsung memacu kendaraan R2 menuju rumahnya untuk mengambil sebilah badik dan kembali mengejar mobil korban.

“Setelah mendapati mobil korban, pelaku langsung memotong jalur korban dengan cara memalang kendaraan R4 korban dengan kendraan R2 milik pelaku. Sehingga memaksa kendraan R4 milik korban berhenti. Pada saat itu pelaku langsung menghunus badiknya dan langsung melakukan penganiayaan kepada korban,” urainya.

Atas tindakan penganiayaan itu, korban kemudian keluar dari kendraan R4 miliknya untuk melarikan diri. Akan tetapi pelaku memburu korban, kemudian melakukan penganiayaan.

“Korban kembali berdiri dan lari hingga sekitar 100 meter. Tepatnya di persimpangan Jalan Desa Baru Kecamatan Luyo, pelaku kembali melakukan penganiayaan,” katanya.

Setelah melakukan penganiayaan, pelaku langsung meninggalkan TKP. Sedangkan korban ditolong masyarakat setempat dengan membawannya ke Puskesmas Mapilli menggunakan mobil kendaraan ambulance yang kebetulan melintas di TKP.

Akan tetapi sebelum tiba di Puskesmas korban sudah meninggal. Sehingga pada saat tiba di Puskesmas Mapilli jenazah korban kemudian divisum dan membersihkan luka tusukan benda tajam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan Puskesmas Mapilli, korban mengalami luka robek pada bagian dada ukuran 2×1 cm, luka robek pada tangan kanan ukuran 11×3 cm, luka robek pada bagian tangan kiri ukuran 4×5 cm dan luka robek pada punggung tangan kiri ukuran 3×2 cm.

Selain itu korban pun mengalami luka robek pada bagian bawah tangan kiri ukuran 5×2 cm, luka robek pada paha kanan ukuran 6×3 cm dan luka robek pada paha kanan ukuran 3×3 cm.

“Setelah melakukan penganiayaan, pelaku menuju ke rumahnya di Dusun Cepa Desa Botto Kecamatan Campalagian dengan melewati jalur persawahan. Sebelum tiba dirumahnya pelaku dilihat oleh personil Polsek Campalagian kemudian memanggil pelaku dan mengamankannya. Akan tetapi barang bukti yang digunakan pelaku sebelumnya telah diserahkan kepada masyarakat di sekitar TKP,” katanya.

Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Sat Reskrim Polres Polman guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Dugaan terjadinya penganiayaan tersebut disebabkan karena pelaku emosi kepada korban yang diduga kuat selingkuh dengan istrinya,” tutup Kasat.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.