STT Mamasa Telah Mencetak 906 Sarjana

Gambar STT Mamasa Telah Mencetak 906 Sarjana

Mapos, Mamasa – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Mamasa kembali melangsungkan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke XV dan Wisuda ke VIII Sarjana Teologi dan Sarjana Pendidikan Agama Kristen tahun akademi 2019/2020.

Kegiatan berlangsung di Gedung Aula Convention Hall Center (CCH), Sabtu, (16/11/2019) dibawah tema “Jadilah Garam dan Terang Bagi Dunia”

Disampaikan oleh Ketua STT Mamasa Pdt. Paulus Bosong dalam sambutannya menjelaskan, penyelenggaran wisuda kali ini diikuti oleh 97 orang wisudawan dan wisudawati alumni tahun 2018 dan 2019, yakni 44 orang jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK) dengan gelar S.Pd, dan 53 orang jurusan Kependetaan dengan gelar S.Th.

Sehingga dengan demikian STT Mamasa telah mencetak alumni gelar Sarjana sebanyak 906 orang alumni, untuk 8 wisuda.

“Sebagian besar para alumni kini telah bekerja baik sebagai PNS di lingkup pemerintahan dan pegawai swasta khususnya alumni jurusan PAK, sementara alumni jurusan Kependetaan sebagian besar sudah diurapi menjadi Pendeta di GTM dan beberapa sementara menjalani proses di Jemaat,” ucapnya.

Pdt. Paulus Bosong mengharapkan, kepada para alumni sebagai lulusan sarjana yang memiliki profesionalitas serta nama baru yang digelar benar bisa mencerminkan kompetensi dalam dunia pelayanan, juga tidak meninggalkan idetintas diri sebagai alumni STT Mamasa.

“Masyarakat telah menunggu karya nyata saudara, karena itu saya titipkan agar nama STT Mamasa tetap melekat dalam diri para alumni,” imbuh Paulus Bosong.

Sementara itu, Sekretaris Umum BPMS GTM Pdt. Yusuf Artha yang hadir menyampaikan sambutan menyatakan, pengelolaan STT Mamasa kedepan harus tetap ditingkatkan. karena Kemajuan STT mamasa akan berdampak pada kemajuan lembaga GTM.

“Karena itu saya berharap kepada para pengurus dan segenap dosen STT Mamasa agar tetap menjalankan tugasnya dengan baik,” harapnya.

Semntara bagi para alumni Yusuf berharap gelar yang disandang saat ini benar-benar mampu diterapkan dalam pelayanan.

“Keberhasilan mereka di lapangan akan menjadi promosi yang baik bagi STT Mamasa, sebaliknya kegagalan mereka dalam mengemban tugas dan pelayanan akan menjadi citra buruk bagi STT Mamasa,” pungkas Yusuf Artha

(anis)