Soal PI Lerek-lerekang Baru Pukul 14.00 Wita, Massa Aksi Sudah Menyemut

  • 22 Jun 2018
  • Peristiwa
  • Sudirman Al Bukhori
  • 203
Gambar Soal PI Lerek-lerekang Baru Pukul 14.00 Wita, Massa Aksi Sudah Menyemut

Mapos, Majene – Satu jam sebelum jadwal aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Majene mempertahankan pembagian participating interest (PI) atas Blok Sebuku di Pulau Lerek-lerekang yakni pukul 15.00 Wita pada Jum’at (22/6/2018) sudah menyemut.

Ribuan masyarakat dari berbagai elemen masyarakat termasuk ASN, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh mahasiswa turun memdati bundaran tugu Pahlawan Pusat Pertokoan Majene.

Tuntutan masyarakat Majene menyeruak setelah Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) membagi PI dengan tidak secara adil.

Apalagi pernyataan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) menambah panas dan gerah hati masyarakat Majene. Pasalnya, Gubernur yang menjabat dua periode sebagai bupati di Kabupaten Polman ini mengeluarkan statemen kontroversi dengan menyebut dirinya tidak takut didemo satu kabupaten.

Pernyataan ABM diperkuat dengan ucapan salah seorang Aliansi Masyarakat Majene (AMM) Adi Ahsan saat konsolidasi jilid II melawan kebijakan Gubernur ABM atas pembagian participating interest (PI) Blok Sebuku secara tidak adil dengan Kabupaten Majene.

Adi Ahsan menyebut jika ABM tidak ingin didemo harap mulutnya dijaga.

Namun, Adi Ahsan tidak memungkiri, jika kebijakan yang dikeluarkan oleh ABM justru memperkokoh persaudaraan masyrakat Majene yang ‘pernah terpecah’, baik itu pecah lantaran kepentingan politik maupun karena kepentingan lainnya.

Massa penuhi jalan di kota Majene.

“Hari ini kita dipertemukan dari berbagai latar belakang yang hadir; mahasiswa, politisi, birokrat, tokoh masyarkat, pemuda dan LSM. Suara kami satu, TIDAK menerima rencana kebijakan pembagian PI Blok Sebuku yang ditawarkan Gubernur Sulbar kepada Pemda Majene. Seruan kami satu, kembalikan kebijakan itu pada hasil notulensi perjanjian antara Sulbar dan Kalsel yang dilaksanakan di Istana Wapres tahun 2012 lalu,” kata Adi Ahsan.

(ipunk)

Baca Juga