Soal Penipuan CPNS, Kemenkumham Koordinasi ke Polda Sulbar

  • 22 Nov 2018
  • Mamuju
  • Sudirman Al Bukhori
  • 140
Gambar Soal Penipuan CPNS, Kemenkumham Koordinasi ke Polda Sulbar

Mapos, Mamuju – Kanwil Kemenkumham melakukan kunjungan ke Polda Sulbar. Kunjungan tersebut sebagai ajang mempererat hubungan kerja dalam sinergitas pelaksanaan tugas.

Dalam pertemuan itu, juga membahas soal maraknya penipuan CPNS mengatasnamakan Kemenkumham Sulbar

Kujungan Kemenkumham diterima oleh Kapolda Sulbar, diruang kerjanya, Kamis (22/11/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kemenkumham Sulbar, Andi Farida membahas isu terkait penipuam CPNS di lingkungan Kemenkumham.

“Munculnya isu penipuan CPNS di lingkup Kemenkumham, terus teramg sangat merugikan kami. Selain membawa nama institusi, pelaku juga mengeruk ratusan dana dari pelamar,” ucap Andi Farida dalam pertemuan itu.

Tak hanya itu, lanjut Andi Farida, pelaku bahkan mengatasnamakan nama pejabat untuk menyakinkan para korban. “Malahan mereka berani membuat SK palsu,” kesal Andi Farida.

Masih Andi Farida, pihaknya pernah didatangi oleh salah satu korban penipuan. “Kami mengarahkan agar korban segera melapor ke divisi yang bersangkutan. Namun katanya takut. Malahan korban pernah diancam, bila melapor, uangnya tidak akan dikembalikkan,” jelas Andi Farida.

Untuk itu, dengan pertemuan ini, pihak Kemenkumham berharap Polda Sulbar dapat memberikan dukungan dan mengungkap dalang dari pelaku.

“Saya berharap dari pertemuan ini, Polda Sulbar bisa mengungkap persoalan ini. Kami siap memberikan dukungan penuh apapun yang dibutuhkan oleh Polda,” Kuncinya.

Dari hasil pertemuan ini, kata Andi Farida, pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) pada 28-30 November 2018, membahas peningkatan sinergitas sekaligus sebagai bahan evaluasi sampai dimana koordinasi yang dilakukan dengan instansi terkait.

Menyikapi masukan dari Kemenkumham, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar menjelaskan, adanya isu penipuan, pihaknya telah melakukan penyelidikan .

“Kami telah menerbitkan laporan polisi penyelidikan, tinggal kita mencari pelaku dan korban,” kata Brigjen Baharuddin.

Hanya saja, lanjut Kapolda, sampai saat ini, belum ada satu pun korban yang datang melapor ke Polda. “Kalau ada korban yang melapor, kita akan segera menangkap pelakunya,” tegas Kapolda.

Selain membahas isu penipuan, Kapolda Sulbar juga menyampaikan secara kelembagaan bahwa setiap Kamis, Polda Sulbar selalu mengunjungi para tahanan di Rutan Mamuju.

Tujuannya, kata Kapolda, selain ajang silarutahmi juga memberikan bimbingan rohani kepada masyarakat binaan.

“Setiap Kamis, kami rutin ke Rutan, untuk memberikan bimbingan rohani. Warga binaan sangat perlu sentuhan,” terang Kapolda.

Dengan memberikan sentuhan rohani, lanjut Kapolda, warga binaan akan memiliki berpikiran yang jernih, bersih serta baik. tidak mudah dirasuki pikiran-pikiran yang dapat menimbulkan keributan.

Dirinya juga sangat mengapresiasi komunikasi aktif yang dilakukan selama ini antara Lapas dan Polri sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diantasipasi dengan baik.

“Pentingnya komunikasi dalam pelaksanaan tugas yang lebih baik,” tutup Kapolda.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj. Mashura menjelaskan, pertemuan ini adalah bentuk keseriusan Kemenkumham untuk menindak lanjuti panggilan DPR terkait penipuan CPNS.

foto/istimewa

“Polda Sulbar setelah menerima laporan itu kemudian melanjutkan membuat laporan informasi. Dari laporan tersebut, kita tindak lanjuti dengan laporan Polisi Model A guna menyelidiki lebih jauh kasus ini,” kata Kabid Humas.

(usman)